<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594</id><updated>2012-02-18T02:17:18.045-08:00</updated><category term='Trading Saham'/><category term='Ekonomi'/><category term='Twitter'/><category term='System'/><category term='Internet'/><category term='Sosial Media'/><category term='Instrumen Investasi'/><category term='Bisnis'/><category term='Pengertian Investasi'/><category term='Kerakyatan'/><category term='Solusi'/><category term='Sistem Ekonomi'/><category term='Cashroyalti'/><category term='MySpace'/><category term='High Rink Investment'/><category term='Nasional'/><category term='Friendster'/><category term='Publik'/><category term='Amanah'/><category term='Investasi Properti'/><category term='High Risk Investment'/><category term='Investasi'/><category term='Nusantara'/><category term='Middle Risk Investment'/><category term='Google Plus'/><category term='Wacana'/><category term='Politik'/><category term='Bisnis Internet'/><category term='Trading Forex'/><category term='Investasi Online'/><category term='Harta Amanah'/><category term='Internasional'/><category term='Pembangunan'/><category term='Investasi Emas'/><category term='Middle Rink Investment'/><category term='Sosial'/><category term='Jarinagan Sosial'/><category term='Dollar'/><category term='Yahoo'/><category term='Rupiah'/><category term='Raksadana'/><category term='Multiply'/><category term='Media'/><category term='Low Risk Investment'/><title type='text'>News Investment</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-4095518233138595472</id><published>2012-01-16T22:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T22:23:03.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Momentum naiknya peringkat Indonesia menjadi layak investasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;JAKARTA – Momentum naiknya peringkat Indonesia menjadi layak investasi   (investment grade) diyakini sebagai peluang emas untuk menarik lebih   banyak investor di bidang pariwisata.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memuluskan terealisasinya  peluang investasi,Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) telah menyiapkan tahun 2012  sebagai momentum investasi  di bidang usaha pariwisata. “Dengan predikat  investment grade itu,  perekonomian kita secara keseluruhan mendapat  penilaian yang baik.  Artinya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di  bidang pariwisata juga  kalau ingin mencari pembiayaan akan lebih  mudah,” ujar Menteri  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) Mari  Elka Pangestu kepada  SINDOdi Jakarta kemarin. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian predikat layak investasi  diyakini Mari akan lebih memudahkan  investasi masuk di semua  bidang,termasuk pariwisata. Pada 2010  tercatat nilai investasi sektor  pariwisata terhadap investasi nasional  baru sekitar 5,19%. Angka  tersebut ditargetkan naik menjadi 6,43% pada  2014.Kontribusi pariwisata  terhadap produk domestik bruto (PDB) juga  diharapkan naik dari 4,80%  pada 2010 menjadi 5,25% pada 2014. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung hal  itu,Kemenparekraf antara lain telah menyiapkan  penyelenggaraan Indonesia  Tourism Investment Day (ITID) 2012 pada 2–3  Juli 2012 yang bertujuan  membuka kanal-kanal investasi pariwisata.  “Pariwisata merupakan industri  yang layak untuk dikembangkan oleh  swasta. Untuk itu, kita akan undang  investor untuk berinvestasi di  bidang pariwisata karena dari sisi  potensi sebetulnya banyak,” ujar  Dirjen Pengembangan Destinasi  Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah  Rahim. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Firmansyah,  kemampuan pemerintah untuk berinvestasi masih  rendah, hanya sekitar  20%.Sehingga,upaya pengembangan pariwisata  memerlukan dukungan investasi  swasta nasional maupun asing. Bersamaan  itu, pemerintah akan menyiapkan  fasilitas yang dibutuhkan untuk menarik  investasi dan merelaksasi  berbagai ketentuan yang menghambat  investasi. Ketua Umum Asosiasi  Kawasan Pariwisata Indonesia (AKPI)  Marudi Surachman mengungkapkan,  salah satu penghambat dalam investasi  pariwisata adalah terkait aspek  legalitas dan kepastian hukum. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, investor selalu  mempertanyakan persoalan legalitas seperti  hak guna lahan dan proses  sertifikasi di Indonesia yang menurut mereka  tidak terlalu ideal  dibanding negara lain. “Pariwisata itu bukan  bisnis instan, butuh waktu  dan perlu persyaratan,” jelasnya. Sementara,  kendala klasik seperti  infrastruktur,menurut Marudi, tidak begitu  menjadi masalah.Pasalnya,  kebutuhan infrastruktur untuk kawasan wisata  tidak mesti  seragam,tergantung karakter masing-masing. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan  kawasan wisata berbasis lingkungan di Raja  Ampat,Papua, yang tidak  membutuhkan infrastruktur khusus seperti jalan  tol. “Yang penting ada  sarana yang cukup baik untuk mendukung kegiatan  pariwisata. Misalnya,  ketersediaan transportasi yang memperhatikan  aspek kenyamanan dan  keselamatan wisatawan,”ujarnya&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-4095518233138595472?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/4095518233138595472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/momentum-naiknya-peringkat-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/4095518233138595472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/4095518233138595472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/momentum-naiknya-peringkat-indonesia.html' title='Momentum naiknya peringkat Indonesia menjadi layak investasi'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-1694301214505432169</id><published>2012-01-16T22:20:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T22:20:55.005-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerakyatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Ekonomi kerakyatan dn pemberdayaan ekonomi rakyat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vIER69BlM_E/TxUTJXFJazI/AAAAAAAAAFY/C83h_V4DuL4/s1600/pertumbuhan-ekonomi.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="116" src="http://1.bp.blogspot.com/-vIER69BlM_E/TxUTJXFJazI/AAAAAAAAAFY/C83h_V4DuL4/s200/pertumbuhan-ekonomi.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ruang       Ekonomi Kerakyatan Indonesia              &lt;/b&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify" class="MsoSubtitle"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;       &lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Saat         mendapat tugas untuk mebahas konsep ekonomi kerakyatan dalam   kaitan dengan       makalah Prof. Mubyarto tentang “Ekonomi Kerakyatan   dalam Era Globalisasi       dan Otonomi Daerah”, saya mencoba untuk   menangkap (baca: memahami) makna       kata ‘rakyat’ secara utuh.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Akhirnya         saya sampai pada pemahaman bahwa rakyat sendiri bukanlah sesuatu   obyek       yang bisa ‘ditangkap’ untuk diamati secara visual,  khususnya  dalam       kaitan dengan pembangunan ekonomi.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Kata         rakyat merupakan suatu konsep yang abstrak dan tidak dapat   di’tangkap’       untuk diamati perubahan visual ekonominya. Kata rakyat   baru bermakna       secara visual jika yang diamati adalah   individualitas dari rakyat       (Asy’arie, 2001).&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ibarat       kata ‘binatang’, kita tidak bisa menangkap binatang untuk mengatakan&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;gemuk atau kurus, kecuali binatang itu adalah misalnya seekor       tikus.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Persoalannya   ada       begitu banyak obyek yang masuk dalam barisan binatang  (tikus,  kucing,       ular, dll.), sehingga kita harus jelas mengatakan   binatang yang mana yang       bentuk visualnya gemuk atau kurus.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pertanyaan         yang sama harus dikenakan pada konsep ekonomi rakyat, yaitu   ekonomi rakyat       yang mana, siapa, di mana dan berapa jumlahnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Karena dalam dimensi ruang Indonesia semua orang (Indonesia) berhak       untuk menyandang predikat ‘rakyat’.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Buruh tani, konglomerat, koruptor pun berhak menyandang predikat       ‘rakyat’.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sama seperti       jika seekor kucing digabungkan dengan 100 ekor tikus dalam satu ruang,       maka semuanya disebut binatang.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Walaupun       dalam perjalanannya seekor kucing dapat saja menelan 100 ekor tikus atas       nama binatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Ilustrasi         di atas saya sampaikan untuk membuka ruang diskusi tetang  ekonomi        kerakyatan dalam perspektif yang terarah dalam kerangka  mengagas  pikiran       Prof. Mubyarto.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kita   harus       jelas mengatakan rakyat yang mana yang seharusnya kita   tempatkan dalam       ruang ekonomi kerakyatan Indonesia.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selanjutnya,         bagaimana kita memperlakukan rakyat dimaksud dan apakah  perlakuan        terhadapnya selama ini sudah benar. Atau apakah upaya  menggiring  rakyat ke       dalam ruang ekonomi kerakyatan selama ini  sudah berada  dalam koridor yang       benar.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Dalam       konteks ilmu sosial, kata rakyat terdiri dari satuan individu pada umumnya       atau jenis manusia kebanyakan.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalau         diterjemahkan dalam konteks ilmu ekonomi, maka rakyat adalah   kumpulan       kebanyakan individu dengan ragaan ekonomi yang relatif   sama.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Dainy Tara (2001) membuat perbedaan yang tegas antara ‘ekonomi       rakyat’ dengan ‘ekonomi kerakyatan’.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Menurutnya, ekonomi rakyat adalah satuan (usaha) yang mendominasi       ragaan perekonomian rakyat.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Sedangkan   ekonomi kerakyatan lebih merupakan kata sifat,       yakni upaya   memberdayakan (kelompok atau satuan) ekonomi yang mendominasi         struktur dunia usaha.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam         ruang Indonesia, maka kata rakyat dalam konteks ilmu ekonomi   selayaknya       diterjemahkan sebagai kesatuan besar individu aktor   ekonomi dengan jenis       kegiatan usaha berskala kecil dalam   permodalannya, sarana teknologi       produksi yang sederhana, menejemen   usaha yang belum bersistem, dan bentuk       kepemilikan usaha secara   pribadi.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena       kelompok usaha dengan karakteristik seperti inilah yang mendominasi       struktur dunia usaha di Indonesia.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Ekonomi       Kerakyatan dan Sistem Ekonomi Pasar              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Ekonomi       rakyat tumbuh secara natural karena adanya sejumlah potensi ekonomi       disekelilingnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mulanya         mereka tumbuh tanpa adanya insentif artifisial apapun, atau   dengan kata       lain hanya mengandalkan naluri usaha dan kelimpahan   sumberdaya alam,       sumberdaya manusia, serta peluang pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Perlu   dipahami bahwa dalam ruang ekonomi nasional pun terdapat        sejumlah  aktor ekonomi (konglomerat) dengan bentuk usaha yang kontras         dengan apa yang diragakan oleh sebagian besar pelaku ekonomi  rakyat.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Memiliki  modal  yang besar, mempunyai akses pasar yang luas,       menguasai  usaha dari  hulu ke hilir, menguasai teknologi produksi dan        menejemen usaha  modern.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Kenapa mereka tidak digolongkan juga dalam  ekonomi       kerakyatan?.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena jumlahnya       hanya sedikit sehingga tidak merupakan representasi dari kondisi ekonomi       rakyat yang sebenarnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Atau       dengan kata lain, usaha ekonomi yang diragakan bernilai ekstrim terhadap       totalitas ekonomi nasional.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Golongan         yang kedua ini biasanya (walaupun tidak semua) lebih banyak   tumbuh karena       mampu membangun partner usaha yang baik dengan   penguasa sehingga       memperoleh berbagai bentuk kemudahan usaha dan   insentif serta proteksi       bisnis.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mereka   lahir dan       berkembang dalam suatu sistem ekonomi yang selama ini   lebih menekankan       pada peran negara yang dikukuhkan (salah  satunya)  melalui pengontrolan       perusahan swasta dengan rezim  insentif yang  memihak serta membangun       hubungan istimewa dengan   pengusaha-pengusaha yang besar yang melahirkan       praktik-praktik   anti persaingan.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Lahirnya         sejumlah pengusaha besar (konglomerat) yang bukan merupakan  hasil  derivasi       dari kemampuan menejemen bisnis yang baik&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;menyebabkan fondasi ekonomi nasional yang dibangun berstruktur       rapuh terhadap persaingan pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mereka       tidak bisa diandalkan untuk menopang perekonomian nasional dalam sistem       ekonomi pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Padahal       ekonomi pasar diperlukan untuk menentukan harga yang tepat (&lt;i&gt;price right&lt;/i&gt;)       untuk menentukan posisi tawar-menawar yang imbang.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Saya   perlu menggaris bawahi bahwa yang patut mendapat kesalahan         terhadap kegagalan pembangunan ekonomi nasional selama regim orde baru         adalah implementasi kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang   tidak       tepat dalam sistem ekonomi pasar, bukan ekonomi pasar itu   sendiri.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;      &lt;/span&gt;Dalam  pemahaman  seperti ini, saya merasa kurang memiliki       justifikasi  empirik untuk  mempertanyakan kembali sistem ekonomi pasar,       lalu  mencari suatu  sistem dan paradigma baru di luar sistem ekonomi pasar        untuk  dirujuk dalam pembangunan ekonomi nasional.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Bagi   saya dunia “pasar” Adam Smith adalah suatu dunia yang       indah dan   adil untuk dibayangkan. Tapi sayangnya sangat sulit untuk diacu         untuk mencapai keseimbangan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam         tatanan perekonomian nasional. Karena konsep “pasar” yang   disodorkan       oleh Adam Smit sesungguhnya tidak pernah ada dan tidak   pernah akan ada.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Namun demikian tidak harus diartikan bahwa konsep pasar Adam Smith       yang relatif bersifat utopis ini harus diabaikan.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Persepektif   yang perlu dianut adalah bahwa keindahan, keadilan dan         keseimbangan yang dibangun melalui mekanisme “pasar”nya Adam Smith         adalah sesuatu yang harus diakui keberadaannya, minimal telah   dibuktikan       melalui suatu review teoritis. Yang perlu dilakukan   adalah upaya untuk       mendekati kondisi indah, adil, dan seimbang   melalui berbagai regulasi       pemerintah sebagai wujud intervensi yang   berimbang dan kontekstual.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Bukan   sebaliknya membangun suatu format lain di luar “ekonomi       pasar”   untuk diacu dalam pembangunan ekonomi nasional, yang         keberhasilannya masih mendapat tanda tanya besar atau minimal belum   dapat       dibuktikan melalui suatu kajian teoritis-empiris.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Mari       kita membedah lebih jauh tentang konsep ekonomi kerakyatan.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Pengalaman   pembangunan ekonomi Indonesia yang dijalankan       berdasarkan   mekanisme pasar sering tidak berjalan dengan baik, khusunya       sejak   masa orde baru. Kegagalan pembangunan ekonomi yang diragakan         berdasarkan mekanisme pasar ini antara lain karena kegagalan pasar itu         sendiri, intervensi pemerintah yang tidak benar, tidak efektifnya   pasar       tersebut berjalan, dan adanya pengaruh eksternal. Kemudian   sejak sidang       istimewa (SI) 1998, dihasilkan suatu TAP MPR  mengenai  Demokrasi Ekonomi,       yang antara lain berisikan tentang   keberpihakan yang sangat kuat terhadap       usaha kecil-menengah serta   koperasi.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Keputusan   politik ini sebenarnya menandai suatu babak baru       pembangunan   ekonomi nasional dengan perspektif yang baru, di mana bangun         ekonomi yang mendominasi regaan struktur ekonomi nasional mendapat   tempat       tersendiri.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Komitmen         pemerintah untuk mengurangi gap penguasaan aset ekonomi antara   sebagian       besar pelaku ekonomi di tingkat rakyat dan sebagian kecil   pengusaha besar       (konglomerat), perlu mendapat dukungan dari   berbagai pihak.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Hasil   yang diharapkan adalah terciptanya struktur ekonomi yang       berimbang   antar pelaku ekonomi dalam negeri, demi mengamankan pencapaian         target pertumbuhan (&lt;i&gt;growth&lt;/i&gt;) (Gillis et al., 1987).&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Bahwa   kegagalan kebijakan pembangunan ekonomi nasional masa orde       baru   dengan keberpihakan yang berlebihan terhadap kelompok pengusaha besar         perlu diubah.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Sudah  saatnya  dan cukup adil jika pengusaha kecil –menengah       dan bangun  usaha  koperasi mendapat kesempatan secara ekonomi untuk        berkembang  sekaligus mengejar ketertinggalan yang selama ini mewarnai         buruknya tampilan struktur ekonomi nasional.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Sekali lagi, komitmen politik pemerintah ini perlu mendapat       dukungan dari berbagai pihak.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Hal         yang masih kurang jelas dalam TAP MPR dimaksud adalah apakah   perspektif       pembangunan nasional dengan keberpihakan kepada usaha   kecil-menengah dan       koperasi ini masih dijalankan melalui mekanisme   pasar?&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Dalam arti  apakah  intervensi pemerintah dalam bentuk keberpihakan       kepada  usaha  kecil-menengah dan koperasi ini adalah benar-benar merupakan &lt;i&gt;affirmative       action&lt;/i&gt;   untuk memperbaiki distorsi pasar yang selama ini terjadi karena         bentuk campur tangan pemerintah dalam pasar yang tidak benar?&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Ataukah   pemerintah mulai ragu dengan bekerjanya mekanisme pasar itu         sendiri sehingga berupaya untuk meninggalkannya dan mencoba merujuk pada         suatu mekanisme sistem ekonomi yang baru ?.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Nampaknya kita semua berada pada pilahan yang dilematis.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Mau   meninggalkan mekanisme pasar dalam sistem ekonomi nasional,       kita   masih ragu-ragu, karena pengalaman keberhasilan pembangunan ekonomi         negara-negara maju saat ini selalu merujuk pada bekerjanya  mekanisme        pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mau  merujuk pada        bekerja suatu mekanisme yang baru (apapun namanya),  dalam prakteknya  belum       ada satu negarapun yang cukup  berpengalaman serta yang  paling penting       menunjukkan keberhasilan  nyata, bahkan kita sendiri  belum berpengalaman       (ibarat membeli  kucing dalam karung).&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Bukti   keragu-raguan ini tercermin dalam TAP MPR hasil sidang       istimewa   itu sendiri, dimana demokrasi ekonomi nasional tidak semata-mata         dijalankan dengan keberpihakan habis-habisan pada usaha kecil-menengah   dan       koperasi, tapi perusahaan swasta besar dan BUMN tetap  mendapat  tempat       bahkan mempunyai peran yang sangat strategis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Bagi         saya, sebenarnya keragu-raguan ini tidak perlu terjadi, jika  kita  semua       jernih melihat dan jujur untuk mengakui bahwa   kegagalan-kegagalan       pembangunan ekonomi nasional selama ini   terjadi bukan disebabkan oleh       karena ketidakmampuan mekanisme   pasar mendukung keberhasilan pembangunan       ekonomi nasional, tetapi   lebih disebabkan karena &lt;b&gt;pasar sendiri tidak       diberi kesempatan untuk bekerja secara baik&lt;/b&gt;.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Bentuk   campur tangan pemerintah (orde baru) yang seharusya       diarahkan   untuk menjamin bekerjanya mekanisme pasar guna mendukung         keberhasilan pembangunan ekonomi nasional, ternyata dalam prakteknya   lebih       diarahkan pada keberpihakan yang berlebihan pada pengusaha   besar       (konglomerat) dalam bentuk insentif maupun regim proteksi   yang ekstrim.       Pengalaman pembangunan ekonomi nasional dengan   kebijakan proteksi bagi       kelompok industri tertentu (yang   diasumsikan sebagai &lt;i&gt;infant industry&lt;/i&gt;)       dan diharapkan akan menjadi “lokomotif “ yang akan menarik gerbong       ekonomi lainnya, pada akhirnya bermuara pada &lt;i&gt;incapability&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;inefficiency&lt;/i&gt;       dari industri yang bersangkutan (contoh kebijakan pengembangan industri       otomotif).&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Periode   waktu yang       telah ditetapkan untuk berkembang menjadi suatu  bisnis  yang besar dalam       skala dan skop serta melibatkan sejumlah  besar  pelaku ekonomi di dalamnya,       menjadi tidak bermakna saat  dihadapkan  pada kenyataan bahwa bisnis yang       bersangkutan masih  tetap berada  pada level perkembangan “bayi”, karena       dimanjakan  oleh berbagai  insentif dan berbagai bentuk proteksi.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Saya         juga kurang setuju dengan pendapat bahwa mekanisme pasar tidak   dapat       menjalankan fungsi sosial dalam pembangunan ekonomi   nasional.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pendapat seperti ini juga tidak benar secara absolut.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Buktinya   negara-negara maju yang selalu merujuk pada bekerjanya       mekanisme   pasar secara baik, mampu menjalankan fungsi sosial dalam         pembangunan ekonominya secara baik pula.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sudah   menjadi pengetahuan yang luas bahwa negara-negara maju       (termasuk   beberapa negara berkembang, seperti Singapura) mempunyai suatu         sistem &lt;i&gt;social security&lt;/i&gt; jangka panjang (yang berfungsi secara         permanen) untuk membantu kelompok masyarakat yang inferior dalam   kompetisi       memperoleh akses ekonomi.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Justru         negara-negara yang masih setengah hati mendorong bekerjanya   mekanisme       pasar (seperti Indonesia) tidak mampu menjalankan fungsi   sosial dalam       pembangunan ekonominya secara mantap.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Sebenarnya   sudah banyak program jaminan sosial temporer semacam JPS       di   Indonesia, namun pelaksanaannya masih jauh dari memuaskan, karena         kurang mantapnya perencanaan, terjadi banyak penyimpangan dalam         implementasi, serta lemahnya pengawasan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Fungsi         sosial dapat berjalan dengan baik dalam mekanisme pasar, jika  ada        intervensi pemerintah melalui perpajakan, instrumen  distribusi  kekayaan       dan pendapatan, sistem jaminan sosial, sistem  perburuhan,  dsb.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Ini yang namanya &lt;i&gt;affirmative action&lt;/i&gt;  yang terarah oleh       pemerintah dalam mekanisme pasar (Bandingkan  dengan pendapat Anggito       Abimanyu, 2000).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Jadi       yang salah selama ini bukan mekanisme pasar, tetapi kurang adanya &lt;i&gt;affirmative       action&lt;/i&gt; yang jelas oleh pemerintah&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;demi menjamin bekerjanya mekanisme pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Yang disebut dengan &lt;i&gt;affirmative action&lt;/i&gt; seharusnya       lebih dutujukkan pada &lt;i&gt;disadvantage group &lt;/i&gt;(sebagian   besar rakyat       kecil), bukan sebaliknya pada konglomerat. Kalau   begitu logikanya, maka       kurang ada justifikasi logis yang jelas   untuk mengabaikan bekerjanya       mekanisme pasar dalam mendukung   keberhasilan pembangunan ekonomi nasional.       Apalagi dengan merujuk   pada suatu mekanisme sistem ekonomi yang baru.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Ini sama artinya dengan “sakit di kaki, kepala yang dipenggal”.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Bagi saya, harganya terlalu mahal bagi rakyat jika kita       mencoba-coba dengan sesuatu yang tidak pasti.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Pada   saat yang sama, rakyat sudah terlalu lama menunggu dengan       penuh   pengorbanan, untuk melihat keberhasilan pembangunan ekonomi nasional         yang dapat dinikmati secara bersama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Perlu         dicatat, bahwa disamping obyek keberpihakan selama pemerintah   orde baru       dalam kebijakan ekonomi nasionalnya salah alamat,   pemerintah sendiri       kurang mempunyai acuan yang jelas tentang kapan   seharusnya &lt;i&gt;phasing-out       process&lt;/i&gt; diintrodusir dalam tahapan   intervensi, demi mengkreasi       bekerjanya mekanisme pasar dalam   program pembangunan ekonomi nasional.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Akibatnya tidak terjadi proses pendewasaan (&lt;i&gt;maturity&lt;/i&gt;)         terhadap obyek keberpihakan (dalam mekanisme pasar) untuk   mengambil peran       sebagai lokomotif keberhasilan pembangunan ekonomi   nasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan       selanjutnya adalah apa yang salah atau kurang sempurna dengan konsep       ekonomi kerakyatan?.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sejak       awal saya katakan bahwa semua pihak perlu mendukung &lt;i&gt;affirmative action       policy&lt;/i&gt; pada usaha kecil-menengah dan koperasi yang diambil oleh       pemerintah sesuai dengan tuntutan TAP MPR.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Pembangunan   harus dikembangkan dengan berbasiskan ekonomi domestik       (bila   perlu pada daerah kabupaten/kota) dengan tingkat kemandirian yang         tinggi, kepercayaan diri dan kesetaraan, meluasnya kesempatan berusaha   dan       pendapatan, partisipatif, adanya persaingan yang sehat,         keterbukaan/demokratis, dan pemerataan yang berkeadilan.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Semua   ini merupakan ciri-ciri dari Ekonomi Kerakyatan yang kita       tuju   bersama (Prawirokusumo, 2001). Kita akan membahas lebih jauh tentang         kekurangan konsep ekonomi kerakyatan&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;yang di dengungkan oleh pemerintah pada sub-pokok bahasan di bawah       ini.              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Perlu         digarisbawahi bahwa ekonomi kerakyatan tidak bisa hanya sekedar   komitmen       politik untuk merubah kecenderungan dalam sistem ekonomi   orde baru yang       amat membela kaum pengusaha besar khususnya para   konglomerat. Perubahan       itu hendaknya dilaksanakan dengan   benar-benar memberi perhatian utama       kepada rakyat kecil lewat   program-program operasional yang nyata dan mampu       merangsang   kegiatan ekonomi produktif di tingkat rakyat sekaligus memupuk         jiwa kewirausahaan.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Tidak       dapat disangkal bahwa membangun ekonomi kerakyatan membutuhkan adanya       komitmen politik (&lt;i&gt;political will&lt;/i&gt;),   tetapi menyamakan ekonomi       kerakyatan dengan praktek membagi-bagi   uang kepada rakyat kecil (saya       tidak membuat penilaian terhadap   sistem JPS), adalah sesuatu kekeliruan       besar dalam perspektif   ekonomi kerakyatan yang benar. Praktek membagi-bagi       uang kepada   rakyat kecil sangat tidak menguntungkan pihak manapun,       termasuk   rakyat kecil sendiri (Bandingkan dengan pendapat Ignas Kleden,         2000).&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pendekatan       seperti ini jelas sangat berbeda dengan apa yang dimaksud dengan &lt;i&gt;affirmative       action&lt;/i&gt;.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aksi membagi-bagi       uang&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;secara   tidak sadar       menyebabkan usaha kecil-menengah dan koperasi yang   selama ini tidak       berdaya untuk bersaing dalam suatu mekanisme   pasar, menjadi sangat       tergantung pada aksi dimaksud.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Sebenarnya       yang harus ada pada tangan obyek &lt;i&gt;affirmative action&lt;/i&gt; adalah       kesempatan untuk berkembang dalam suatu mekanisme pasar yang sehat, bukan &lt;i&gt;cash       money/cash material&lt;/i&gt;.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jika         pemahaman ini tidak dibangun sejak awal, maka saya khawatir   cerita       keberpihakan yang salah selama masa orde baru kembali akan   terulang.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Tidak terjadi proses pendewasaan (&lt;i&gt;maturity&lt;/i&gt;) dalam ragaan       bisnis usaha kecil-menengah dan koperasi yang menjadi target &lt;i&gt;affirmative       action&lt;/i&gt; &lt;i&gt;policy.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Bahkan       sangat mungkin terjadi suatu proses yang bersifat&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;counter-productive&lt;/i&gt;,   karena asumsi awal yang dianut adalah       usaha kecil-menengah dan   koperasi yang merupakan ciri ekonomi kerakyatan       Indonesia tumbuh   secara natural karena adanya sejumlah potensi ekonomi         disekelilingnya.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mulanya         mereka tumbuh tanpa adanya insentif artifisial apapun, atau dengan kata         lain hanya mengandalkan naluri usaha dan kelimpahan sumberdaya   alam,       sumberdaya manusia, serta peluang pasar.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Modal dasar yang dimiliki inilah yang seharusnya ditumbuhkembangkan       dalam suatu mekanisme pasar yang sehat.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Bukan  sebaliknya ditiadakan dengan menciptakan ketergantungan model        baru pada kebijakan keberpihakan dimaksud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Selanjutnya,         pemerintah harus mempunyai ancangan yang pasti tentang kapan   seharusnya       pemerintah mengurangi bentuk campur tangan dalam &lt;i&gt;affirmative action       policy&lt;/i&gt;nya, untuk mendorong ekonomi kerakyatan berkembang secara sehat.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Oleh karena itu, diperlukan adanya kajian ekonomi yang akurat       tentang &lt;i&gt;timing &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;process&lt;/i&gt;   di mana pemerintah harus       mengurangi bentuk keberpihakannya pada   usaha kecil-menengah dan koperasi       dalam pembangunan ekonomi   rakyat.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Isu       ini perlu   mendapat perhatian tersendiri, karena sampai saat ini masih       banyak   pihak (di luar UKM dan Koperasi) yang memanfaatkan momen         keberpihakan pemerintah ini sebagai &lt;i&gt;free-rider.&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Justru kelompok ini yang enggan mendorong adanya proses &lt;i&gt;phasing-out&lt;/i&gt;       untuk mengkerasi mekanisme pasar yang sehat dalam rangka mendorong       keberhasilan program ekonomi kerakyatan.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Kita   semua masih mengarahkan seluruh energi untuk mendukung program         keberpihakan pemerintah pada UKM dan koperasi sesuai dengan tuntutan TAP         MPR.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi kita lupa bahwa ada       tahapan lainnya yang penting dalam program keberpihakan dimaksud, yaitu &lt;i&gt;phasing-out       process&lt;/i&gt; yang harus pula dipersiapkan sejak awal.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Kalau   tidak, maka sekali lagi kita akan mengulangi kegagalan yang       sama   seperti apa yang terjadi selama masa pemerintahan orde baru.                &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di NTT              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Kita         telah membahas tentang konsep ekonomi kerakyatan dalam   pembangunan ekonomi       nasional melalui program-program keberpihakan   pemerintah terhadap UKM dan       Koperasi.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masih ada masalah       lain yang perlu dibahas dalam hubungan dengan &lt;i&gt;internal condition&lt;/i&gt;       UKM dan Koperasi.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Beberapa         kajian empiris menunjukkan bahwa permasalahan umum yang dihadapi   oleh UKM       dan Koperasi adalah: keterbatasan akses terhadap   sumber-sumber permbiayaan       dan permodalan, keterbatasan penguasaan   teknologi dan informasi,       keterbatasan akses pasar, keterbatasan   organisasi dan pengelolaannya       (Asy’arie, 2001).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Komitmen         keberpihakan pemerintah pada UKM dan Koperasi di dalam  perspektif  ekonomi       kerakyatan harus benar-benar diarahkan untuk  mengatasi  masalah-masalah       yang disebut di atas.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Program         pengembangan ekonomi rakyat memerlukan adanya program-program   operasional       di tingkat bawah, bukan sekedar jargon-jargon politik   yang hanya berada       pada tataran konsep.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hal   ini       perlu ditegaskan, agar pembahasan tentang ekonomi kerakyatan   tidak hanya       berhenti pada suatu konsep abstrak (seperti  pembahasan  tentang konsep       ‘binatang’ di atas), tetapi perlu  ditindalanjuti  dengan pengembangan       program-program operasional  yang diarahkan  untuk mengatasi persoalan       keterbatasan akses  kebanyakan rakyat  kecil. Ini adalah suatu model &lt;b&gt;pendekatan       struktural &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;structural approach&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Pada         era otonomisasi saat ini, konsep pengembangan ekonomi kerakyatan   harus       diterjemahkan dalam bentuk program operasional berbasiskan   ekonomi       domestik pada tingkat kabupaten dan kota dengan tingkat   kemandirian yang       tinggi.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun   demikian perlu       ditegaskan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan   pada era otonomisasi saat       ini tidak harus ditejemahkan dalam   perspektif territorial.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Tapi   sebaiknya dikembangkan dalam perspektif ‘regionalisasi’ di       mana   di dalamnya terintegrasi kesatuan potensi, keunggulan, peluang, dan         karakter sosial budaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="ThesisNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Pada       tingkat regional NTT, masih terdapat persoalan mendasar yang       ‘mengurung’&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;para         pengusaha kecil-menengah dan Koperasi (termasuk di dalamnya   berbagai       bentuk usaha di bidang pertanian) untuk melakukan   rasionalisasi dan       ekspansi usaha.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sekalipun         sudah banyak program pemberdayaan ekonomi yang langsung  menyentuh  rakyat       di tingkat bawah telah dilaksanakan baik oleh  pemerintah  maupun oleh       lembaga-lembaga non-pemerintah (NGOs),  tetapi sebagian  besar rakyat kecil       masih sulit untuk  mengaktualisasikannya dalam  ragaan usaha mereka.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Tingkat   pencapaian tertinggi yang paling banyak diperoleh dari         program-program dimaksud adalah hanya terbatas pada tumbuhnya kesadaran         berpikir dan hasrat untuk maju.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tetapi ada semacam &lt;b&gt;jarak antara kesadaran berpikir dan       realitas perilaku &lt;/b&gt;(Bandingkan dengan pendapat Musa Asy’arie, 2001).&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sebagai pembanding disajikan data realisasi dan tunggakan&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Kredit Usaha Tani (KUT) selama periode 1996-2000.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Jumlah   realisasi KUT yang telah disalurkan pada petani sejak tahun       1996   sampai tahun 2000 kurang lebih 35, 6 milyar dengan jumlah tunggakan         (pokok+bunga) sebesar kurang lebih 26,1 milyar (Laporan Gubernur  NTT,        2002).&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Atau dengan kata lain       tingkat keberhasilan KUT di NTT hanya mencapai kurang dari 26 %.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Selanjutnya,   data yang diperoleh dari Biro Perekonomian Seta NTT       menunjukkan   bahwa sejak ditetapkannya TAP MPR tentang demokrasi ekonomi       yang   menekankan adanya keberpihakan yang jelas terhadap UKM dan Koperasi         di Indonesia, jumlah KK miskin di NTT malah mengalami kenaikan yang   cukup       murad sebesar 55 % selama periode 1998-2002.              &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-AU" style="font-family: Arial;"&gt;Persoalan         mendasar yang mengurung ini, mungkin ada kaitannya dengan sistem   nilai       budaya yang sudah mengakar pada diri pelaku ekonomi rakyat   di NTT secara       turun temurun.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sistem   nilai       budaya ini yang banyak mendeterminasi perilaku aktor   ekonomi rakyat di       NTT, termasuk di dalamnya cara pandang tentang   usaha, cara pandang tentang       tingkat keuntungan, cara pengelolaan   keuangan, sikap terhadap mitra dan       kompetitor, strategei   menghadapi resiko, dsb.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Oleh   karena itu saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa         program pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya di NTT, sebaiknya dimulai         dengan program rekayasa sosial-budaya (&lt;i&gt;socio-cultural engineering&lt;/i&gt;)       untuk merubah &lt;i&gt;inner life&lt;/i&gt; dan mengkondisikan suatu tatanan       masyarakat yang akomodatif terhadap tuntutan pasar untuk maju.&lt;span&gt;&amp;nbsp;       &lt;/span&gt;Ini adalah suatu model pendekatan lain yang disebut &lt;b&gt;pendekatan       kultural&lt;/b&gt; (c&lt;i&gt;ultural approach&lt;/i&gt;).Sumber:&lt;a href="http://www.ekonomirakyat.org/edisi_10/artikel_3.htm" target="_blank"&gt; http://www.ekonomirakyat.org/edisi_10/artikel_3.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-1694301214505432169?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/1694301214505432169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/ekonomi-kerakyatan-dn-pemberdayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1694301214505432169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1694301214505432169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/ekonomi-kerakyatan-dn-pemberdayaan.html' title='Ekonomi kerakyatan dn pemberdayaan ekonomi rakyat'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vIER69BlM_E/TxUTJXFJazI/AAAAAAAAAFY/C83h_V4DuL4/s72-c/pertumbuhan-ekonomi.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-3002436575958634854</id><published>2012-01-16T22:16:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T22:16:40.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Kekeliruan Pengajaran Ilmu Ekonomi di Republik Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jika       di sejumlah negara Barat yang maju perekonomiannya pakar-pakar ekonomi       sudah lama mempertanyakan &lt;b&gt;realisme&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;relevansi&lt;/b&gt;   ilmu       ekonomi bagi pembangunan suatu masyarakat/ bangsa, di   Indonesia yang baru       memiliki Doktor Ekonomi pertama tahun 1943,   masalah ini sangat sedikit       dipersoalkan. Dosen-dosen/pengajar ilmu   ekonomi di perguruan-perguruan       tinggi tak banyak yang membaca   buku-buku yang bersifat kritis tentang ini.       Terakhir, kiranya   tidak banyak ekonom arus utama yang berminat membaca       buku Matinya   Ilmu Ekonomi (&lt;b&gt;&lt;i&gt;The Death of Economics&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) tulisan       Paul   Ormerod tahun 1994, padahal penulisnya pernah datang ke Jakarta (15         Januari 1998), dan berdiskusi dengan para ekonom senior kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Namun         jika Paul Samuelson sendiri sebagai salah seorang ”Nabi” ilmu   ekonomi       Neoklasik menyatakan bahwa ilmu ekonomi akan lebih besar   kamungkinan       diubah oleh teman-temannya daripada para   pengkritiknya, kiranya       pakar-pakar ekonomi Indonesia harus tidak   mudah berpuas diri dengan ilmu       yang digelutinya.&lt;span style="background-color: olive;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;   Terutama para dosen perguruan tinggi ada baiknya menanyakan       pada   sarjana-sarjana lulusannya, sejauh mana ilmu ekonomi yang dipelajari         di perguruan tinggi benar-benar ”memberi bekal”&amp;nbsp;       memadai  untuk  ”bekerja” atau membuat analisis-analisis       permasalahan  ekonomi  Indonesia. Pada tahun 1976 telah terbit buku &lt;b&gt;&lt;i&gt;Economics       in The Future&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;   yang sangat tidak puas dengan ekonomika Neoklasik.       Jan Tinberger   dan Gunnar Myrdal mengusulkan ilmu ekonomi yang tidak       (induktif)   empirik dan kelembagaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-3002436575958634854?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/3002436575958634854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/kekeliruan-pengajaran-ilmu-ekonomi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/3002436575958634854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/3002436575958634854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/kekeliruan-pengajaran-ilmu-ekonomi-di.html' title='Kekeliruan Pengajaran Ilmu Ekonomi di Republik Indonesia'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-8519930652208181242</id><published>2012-01-16T22:15:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T22:15:30.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Kecenderungan Proses Pembaruan Pembangunan Ekonomi di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xh64bE61iao/TxHkLVlueZI/AAAAAAAAAI8/Cu0rLoV4eec/s1600/Caf-logo-2009.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://2.bp.blogspot.com/-xh64bE61iao/TxHkLVlueZI/AAAAAAAAAI8/Cu0rLoV4eec/s200/Caf-logo-2009.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika         kita yakin bahwa kebenaran dan kebaikan itu datangnya dari Tuhan   Yang Maha       Benar dan Maha Baik, maka kita juga tentu yakin bahwa   proses mencari       kebenaran dan kebaikan itu pada akhirnya akan   menang menghadapi segala       rintangan dan kendala yang menghalangi   jalur perjalanannya. Dan jika kita       percaya akan hal tersebut maka   sebenarnya arus proses mencari kebenaran       dan kebaikan itulah   sesungguhnya hakekat realita kehidupan. Segala sesuatu       yang   mencoba menghalangi atau membendung merupakan sesuatu yang         bertentangan dengan realita, dan sebaliknya realita akan sejalan   seiringan       dengan kebenaran dan kebaikan. Sebagai mahluk yang   menghamba kepada       kehendak Tuhan, manusia sebenarnya hanya memiliki   dua tugas, yaitu untuk       terus mempelajari, memahami dan  menghayati  arti dan wujud kongkrit       kebenaran dan kebaikan itu;  serta terus  menerus berusaha, berikhtiar untuk       mewujudkannya.  Bagi manusia,  pertanggung-jawaban yang harus diberikan       adalah  mengenai bagaimana  proses pemahaman tersebut terus dikembangkan dan        bagaimana  konsistensi usaha dan ikhtiar yang dilakukannya. Hasil  paling        akhirnya sudah pasti: kebenaran dan kebaikan akan menang;  manusia tidak        dapat mempengaruhi hal tersebut. Manusia hanya  menikmati hasil  dari       pemahaman dan ikhtiar yang dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemikiran         dasar di atas kiranya berlaku untuk setiap aspek kehidupan di   dunia ini,       termasuk -bahkan mungkin terutama- dalam kegiatan   ekonomi. Bahwa memang       terdapat kecenderungan pembaruan menuju   kebenaran dan kebaikan ekonomi       yang bergerak sepanjang sejarah   manusia. Hal tersebut dapat dilihat dengan       mencermati   tonggak-tonggak sejarah perkembangan ekonomi dunia mulai dari         perekonomian pada masa awal sejarah, perkembangan ekonomi di Yunani, di         Cina, di Jazirah Arab, perdagangan Timur-Barat, hingga ke Depresi   tahun       1930-an, kemerdekaan bangsa-bangsa setelah Perang Dunia,  apa  yang disebut       sebagai "Asian Miracle" dan krisis ekonomi Asia,   serta rangkaian       teori yang dihasilkan oleh para peraih hadiah   Nobel. Perkembangan tersebut       sejalan dengan perkembangan peradaban   manusia, dan tampaknya terdapat       suatu kecenderungan pokok bahwa   ekonomi -dan ilmu ekonomi- semakin       realistis mencoba untuk selalu   lebih dapat mencerminkan kehidupan manusia       dan masyarakat yang   kompleks. Dalam tataran teori dan konsep, ilmu ekonomi       semakin   banyak membahas berbagai hal yang pada kondisi riilnya dalam         masyarakat memang menentukan keputusan ekonomi yang sebelumnya hampir         selalu menjadi objek asumsi "&lt;i&gt;ceteris paribus&lt;/i&gt;".       Aspek-aspek seperti informasi yang tidak sempurna, adanya harapan (&lt;i&gt;ekspektasi&lt;/i&gt;)         yang rasional dalam pengambilan keputusan, adanya pengaruh   demokratisasi       terhadap penanggulangan kemiskinan, atau kesatuan   keputusan produksi dan       konsumsi dalam rumah tangga semakin   mendapat perhatian dalam pembahasan       teori.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kondisi         tersebut kemudian juga beriringan dengan perkembangan yang   terjadi pada       ilmu ekonomi yang dipergunakan sebagai "panduan"   dalam merancang       proses pembangunan ekonomi, sehingga pada   gilirannya proses pembangunan       itu sendiri juga mengalami   perkembangan. Lingkaran deduktif-induktif yang       terdiri dari (1)   teori dan konsepsi ekonomi; (2) strategi pembangunan       ekonomi; dan   (3) realitas ekonomi; menjadi "roda" yang       memfasilitasi   berjalannya pemahaman terhadap perkembangan arus besar       pembaruan   pembangunan ekonomi. Jika hal tersebut dicermati untuk konteks         Indonesia -katakanlah dalam lima tahun terakhir- maka akan diperoleh         gambaran mengenai arus besar kecenderungan pembaruan apa yang tengah         bergerak membentuk ekonomi Indonesia yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertama,       kecenderungan perkembangan yang sangat kuat untuk menuju pada &lt;b&gt;kegiatan       ekonomi yang adil tanpa eksploitasi dan penindasan&lt;/b&gt;.   Kita sama       menyadari bahwa Indonesai telah (pernah) mengalami   kondisi perekonomian di       bawah rezim yang otoriter dalam berbagai   bentuknya mulai sejak penjajahan       hingga masa pergantian abad.   Otoriterisme hampir selalu menghasilkan       ekonomi yang eksploitatif   dan penuh penindasan, tidak hanya kepada manusia       tetapi juga   kepada alam dan lingkungan. Otoriterisme juga cenderung       melahirkan   dominasi yang juga sering kali melahirkan eksploitasi. Sifat        yang  otoriter dan dominatif yang juga sering sekali melahirkan         eksploitasi. Sifat yang otoriter dan dominatif tersebut umumnya lahir   dari       pandangan yang terlalu mengedepankan persaingan serba bebas (&lt;i&gt;free fight       liberalism&lt;/i&gt;) dengan dukungan paradigma kekuasaan yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Arus         proses menuju ekonomi yang adil itulah sebenarnya yang mendorong   kita       menjebol rezim otoriter yang telah berkuasa sekian lama di   Indonesia.       Pertumbuhan material yang dihasilkan rezim otoriter  itu  memang tinggi,       tetapi ternyata dihasilkan dari proses yang  sangat  eksploitatif. Alam       dieksploitasi tidak berkesudahan.  Ribuan  hektar hutan berikut isinya       musnah, lautan dikuras tanpa  henti,  bumi pertambangan dikeruk hingga hanya       menyisakan tanah  yang  membatu. Kondisi itu tentu memiliki korelasi yang       jelas  dengan  pemberian hak-hak pengusahaan hingga jutaan hektar pada        beberapa  gelintir orang, dan pemberian konsesi pertambangan yang tidak         terkontrol. Buruh juga dieksploitasi. Upah buruh yang murah  justru        dinyatakan sebagai faktor keunggulan. Posisi buruh selalu  diusahakan  untuk       tetap berada pada sisi yang lemah dengan dalih  karena  besarnya supply       tenaga pada pasar kerja. Sifat "ilegal"  dari buruh  yang sekarang       menjadi masalah sebenarnya sudah  mendapat  "pembenaran" lama di       dalam negeri sebelum mereka  berangkat ke  tanah seberang. Petani merupakan       korban eksploitasi  berikutnya.  Harga produk pertanian yang harus dijaga       stabil pada  tingkat yang  rendah dipandang menjadi salah satu komponen        strategi utama  pembangunan secara keseluruhan karena hal itu akan  berarti       pula  pada dapat dipertahankannya upah buruh yang murah.  Kondisi        eksploitatif tersebut juga menimbulkan "paradox":  produksi        pertanian harus ditingkatkan tetapi insentif natural  untuk meningkatkan        produksi tersebut (harga) tidak (boleh)  diberikan. Dan kita  akhirnya tidak       lagi dapat menerima perlakuan  yang tidak adil dan  eksploitatif itu dan       menggulirkan proses  reformasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kecenderungan       kedua dalam perkembangan perekonomian Indonesia adalah &lt;b&gt;apresiasi yang       makin tinggi terhadap keberagaman. &lt;/b&gt;Indonesia   merupakan negara dengan       ciri keragaman yang sangat tinggi.  Ribuan  pulau, puluhan suku bangsa,       puluhan dialek dan bahasa,  ribuan  spesies fauna dan varietas tanaman, dan       puluhan jenis  bentuk  ekosistem merupakan beberapa bentuk keragaman       Indonesia.  Jika kita  percaya bahwa apa yang diciptakan Tuhan selalu        merupakan yang  terbaik bagi manusia, maka proses perkembangan ekonomi  akan       selalu  mengarah pada apresiasi yang semakin tinggi terhadap  keberagaman        tersebut. Dilihat dari dimensi dunia maka akan sangat  sulit bagi  Indonesia       untuk unggul bersaing jika basis  keunggulannya adalah  efisiensi. Efisiensi       ekonomi yang hampir  selalu berarti proses  produksi yang seragam dan       kontinyu  mensyaratkan adanya skala usaha  yang cukup besar untuk itu. Ini        merupakan ciri keunggulan negara  "benua" seperti Amerika       Serikat,  Australia, atau Cina. Itulah  sebabnya -misalnya- petani kita        sangat sulit bersaing dengan  petani dari negara-negara tersebut jika  basis       keunggulan  persaingannya adalah efisiensi. Tetapi petani  kita akan unggul        justru jika mengusahakan kegiatan-kegiatan  pertanian yang khas dan unik.        Salak pondoh, beras Cianjur atau  beras Rojolele, kayumanis  Kerinci, talas       Bogor, duku Palembang,  rambutan Binjai, pisang  Barangan, dan lain-lain       unggul terutama  bukan karena tingkat  efisiensi produksi yang dicapainya       tetapi  lebih karena aspek  diferensiasinya yang menonjol. Demikian juga        kegiatan ekonomi di  Bali, Jogja, Jepara, atau karya batik Iwan Tirta,  yang       relatif  tidak terpengaruh oleh krisis finansial (penurunan  kegiatan        ekonominya lebih karena faktor keamanan) memiliki basis  keunggulan        diferensiasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Keberagaman         juga sebenarnya merupakan hal yang paling mendasar yang membuat   ekonomi       berjalan. Bayangkan, jika di pasar semua pedagang menjual   produk yang       seragam maka tentu tidak akan terjadi transaksi.  Dalam  keseharian kita       berekonomi maka kita cenderung untuk lebih  senang  dan nyaman pada suasana       dimana terdapat banyak pilihan.  Itulah  yang menjadi faktor pendorong       berkembangnya supermarket,  misalnya.  Oleh sebab itu keberagaman dalam       kegiatan ekonomi  semakin menjadi  keharusan yang tidak terbendung. Hal ini       juga  didukung oleh  kenyataan bahwa selain berlainan dengan kodrat manusia        yang memang  berbeda satu sama lain, keseragaman yang berlebihan  ternyata       juga  telah menimbulkan berbagai kerusakan. Contoh-contoh  bisa dikemukakan        dalam berbagai kegiatan ekonomi, seperti  terlihat pada penyeragaman        koperasi, monokulturisme usahatani  tanaman pangan, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kecenderungan         yang ketiga merupakan konskuensi logis dari arus yang pertama  dan  kedua,       yaitu semakin jelas dan tegasnya kebutuhan &lt;b&gt;desentralisasi dan otonomi       ekonomi.&lt;/b&gt;   Sentralisasi adalah "adik kandung" otoriterisme dan       praktek   eksploitatif, karena hanya dengan sentralisasi yang hampir mutlak         maka pendekatan otoriter dapat efektif. Sentralisasi tersebut kemudian         akan cenderung mengabaikan keberagaman, karena yang beragam itu   lebih       sulit dikontrol dan dikelola. Padahal setiap daerah memiliki   ciri dan       kondisinya masing-masing yang hanya dapat dikembangkan   secara optimal jika       pengelolaannya dilakukan secara   terdesentralisasi dan otonom di daerah       yang bersangkutan. Bahkan   seharusnya otonomi itu juga dimiliki oleh       masyarakat dan para   pelaku ekonomi untuk lebih mengoptimalkan potensi dan       karakter   masing-masing. Desentralisasi dan otonomi ekonomi bukan sesuatu         yang sempit terbatas hanya pada desentralisasi pemerintah dari   pemerintah       pusat ke pemerintah daerah (sehingga menimbulkan   "sentralisasi"       baru di daerah), tetapi harus menjadi suatu proses   untuk lebih       meningkatkan otonomi masyarakat secara luas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ketiga         arus besar di atas kiranya saling jalin menjalin menjadi suatu         "larutan" yang menyatu. Ekonomi yang adil tanpa eksploitasi         mengharuskan penghargaan atas keberagaman, keberagaman membutuhkan         desentralisasi dan otonomi, dan otonomi hanya dapat dikembangkan  secara        produktif dan memberi manfaat jika ada keadilan. Ketiganya  saling        mensyaratkan dan menguatkan dan menjadi satu kesatuan  proses.  Fenomena       itulah yang tampaknya semakin kuat mewarnai  perekonomian  Indonesia, dan       pembangunan ekonomi semakin tidak  bisa menghindari  diri untuk tidak       mengakomodasikan berbagai unsur  yang terkandung  dalam ketiga komponen di       atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mencermati         tingkat perkembangannya yang sekarang ada di Indonesia, apakah   proses       perubahan tersebut sudah selesai? Apakah kecenderungan   pembaruan       perekonomian Indonesia itu sudah menemukan "samudra"   tujuannya?       Jawabannya tentu belum. Proses yang terjadi masih jauh   dari tujuan       akhirnya. Di satu sisi, ketiga arus besar yang telah   diungkapkan di atas       masih berada pada tahap yang awal. Di sisi   lain, masih ada unsur lain yang       akan segera menjadi "&lt;i&gt;ingredient&lt;/i&gt;" dari arus besar       perubahan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pengikisan         praktek ekonomi yang tidak adil dan eksploitatif masih memiliki   perjalanan       yang panjang. Kegiatan ekonomi berbasis   "keluarga-keluarga"       (bukan ekonomi kekeluargaan) memang mungkin   sudah mulai berkurang, tetapi       dominasi beberapa perusahaan besar   berbasis sumberdaya impor,       mengekspoitasi sumberdaya lokal, dan   menguasai pasardomestik masih terus       berlanjut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Buruh   memang sudah mulai mendapat hak-haknya, tetapi itupun       masih   sangat terbatas. Petanilah yang masih belum banyak beranjak         kondisinya. Perlindungan hukum atas akses produktifnya masih terbatas,         kapital hasil usaha produktif di pedesaan disedok oleh sistem   perbankan       dan hanya separuhnya yang dikembalikan, posisinya dalam   persaingan       internasional juga belum mendapat cukup perlindungan.   Apresiasi terhadap       keberagaman juga masih menghadapi tantangan   kebutuhan pencapaian       efisiensi-segera (&lt;i&gt;instant efficiency&lt;/i&gt;)   yang selama ini tampak       diperoleh dari proses produksi yang serba   seragam. Proses desentralisasi       dan otonomi juga masih menghadapi   tantangan proses belajar (&lt;i&gt;learning       process&lt;/i&gt;) dalam berbagai   hal di samping timbulnya gejala       "re-sentralisasi" di daerah.   Intinya, arus besar pembangunan       ekonomi sedang bergerak, walaupun   mungkin kecepatan dan percepatannya       belum sebesar yang  diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Untuk         itu, usaha terus menerus untuk mendorong percepatan itu akan   selalu       berguna. Namun perlu pula disadari bahwa tantangan untuk   itu cukup besar.       Tantangan itu tidak cukup hanya diatasi dengan   mengganti seorang presiden       atau membatasi peran keluarga tertentu.   Tantangan terhadap arus progresif       perkembangan ekonomi tersebut   mencakup pula sistem manajemen perekonomian,       sebagian dalam   lingkup ekonomi mikro tetapi terutama ada pada manajemen       ekonomi   makro. Hal ini terlihat dari berbagai bentuk kebijakan fiskal,         moneter, perdagangan internasional, dan berbagai kebijakan pengaturan         kelembagaan ekonomi yang "lebih pro" pada pola ekonomi        "lama".  Para pengambil keputusan itu lebih memperhatikan        indikator  perkembangan ekonomi yang semu dan tidak mengakar pada  kegiatan        ekonomi riil yang dilakukan oleh masyarakat, seperti  indeks harga saham        atau nilai tukar rupiah. Mereka juga cenderung  menutup mata pada  kenyataan       bahwa ekonomi sebenarnya dijalankan  oleh jutaan rakyat  kecil yang dengan       caranya sendiri mampu  mengatasi berbagai  kesulitan dan terus berkembang.       Lebih dari  itu, tantangan terbesar  dari bergeraknya arus besar adalah pola        pikir serta landasan  teori dan konsep yang diyakini oleh banyak  pengambil       kebijakan,  guru-gurunya, dan murid-muridnya. Dasar  pemikiran yang diimpor        dari sistem ekonomi yang berbeda dari  masyarakat dengan latar belakang  dan       kondisi sosial budaya yang  berbeda tersebut ternyata telah  sangat berurat       berakar dalam  elite pengambilan keputusan ekonomi,  walaupun sebenarnya       mereka  adalah juga orang-orang yang cerdas,  rasional, dan memiliki daya        nalar tinggi untuk menilai apakah  sesuatu itu sesuai dengan kepentingan        rakyat auat tidak. Tidak  mengherankan jika kondisi ini  ditengarai juga       merupakan hasil dari  usaha sistemis yang  dilakukan pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan         kembali menegaskan bahwa ekonomi Indonesia sebenarnya dibangun   terutama       oleh ekonomi rakyat banyak yang multidimensi dan dengan   dinamika yang       sangat tinggi, maka perkembangan ekonomi tidak dapat   lagi dipisahkan dari       perkembangan aspek lain dalam masyarakat   seperti perkembangan sosiologis,       politik, teknologi, dan   sebagainya. Oleh sebab itu disamping ketiga       kecenderungan di atas,   masih terdapat pula beberapa komponen kecenderungan       yang akan   segera pula bergerak, dan tidak adak dapat lebih lama lagi       ditahan   oleh pemikiran "lama" tersebut. Pertama, dorongan untuk        membangun  &lt;b&gt;kegiatan ekonomi yang mandiri dan berdaulat&lt;/b&gt;. Aspek ini         terkait erat dengan tiga kecenderungan pertama yang telah  diuraikan di        atas. Eksploitasi dan ketidak-adilan akan terus  berlanjut jika  tidak ada       demokrasi. Demokrasipun hanya akan  menjadi rangkaian        "mekanis-formalistik" jika tidak terdapat  kemandirian dan        kedaulatan. Kemandirian dan kedalulatan itu harus  ditegakkan mulai dari        para pelaku usaha individual hingga  tingkat negara. Banyak contoh  dapat       dikemukakan bahwa proses yang  ekploitatif "terpaksa  diterima"       karena tidak ada kemandirian dan  kedaulatan dalam  berekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kecenderungan         penting yang juga akan segera dan harus didorong prosesnya  adalah        kecenderungan untuk membangun kegiatan &lt;b&gt;ekonomi yang taat hukum,       beretika, dan bermoral&lt;/b&gt;.   Demokrasi hanya akan menjadi unjuk kekuatan       dan pencarian jumlah   suara mayoritas jika tidak ada hukum, etika, dan       kesantunan   berkehidupan. Hukumpun hanya akan menjadi tumpukan peraturan       tanpa   jiwa jika tidak ada moral "baik" yang melandasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tampaknya         kecenderungan ke arah kemandirian dan kedaulatan ekonomi plus   ekonomi yang       mematuhi hukum, etika dan bermoral sudah tidak dapat   dibendung lagi untuk       harus segera digulirkan. Memang akan sangat   sulit memperkirakan bagaimana       wujud dari pergerakan kecenderungan   itu nantinya, mungkin akan memakan       "biaya yang besar" tetapi   mudah-mudahan dapat bergerak secara       natural walaupun tetap   diharapkan dapat dipercepat. Apapun       bentuknya,kelima elemen   tersebut di atas tampaknya akan menjadi       elemen-elemen utama yang   membentuk arus besar perubahan perkembangan       ekonomi Indonesia.   Kecenderungan perubahan itu bukan merupakan suatu       alternatif,   tetapi sebaliknya sebenarnya adalah arus utama dalam       perkembangan   ekonomi Indonesia. Saat ini memang seperti tidak terlihat         demikian, terutama karena memang masih banyak pikiran, sistem, dan usaha         untuk menghalanginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Catatan         khusus tentang Prof. Mubyarto dan Ekonomi Pancasila. Sangat   sedikit       akademisi di Indonesia yang memiliki karakter pemikiran   tersendiri,       konsisten dan berintegritas dalam pemikiran itu,   sekaligus mendapat       kesempatan untuk membawakan pemikirannya dalam   berbagai panggung       pengambilan keputusan ekonomi. Diantara yang   sangat sedikit itu Prof.       Mubyarto adalah salah seorang   diantaranya. Dimulai dengan tonggak       1979-1981 dengan menyatakan   pemikiran mengenai Ekonomi Pancasila, dalam 20       tahun terakhir   Prof. Mubyarto telah menjalani berbagai       "liku-liku" perjalanan   mewujudkan suatu konsep pemikiran, mulai       dari debat diantara   akademisi hingga menjadi pejabat tinggi negara yang       diberi mandat   menjalankan suatu program yang dirancang sesuai dengan       pemikiran   tersebut, hingga "diakhiri" dengan kesempatan menyusun       kembali   undang-undang dasar. Dalam semua kesempatan ini Prof. Mubyarto         selalu memberikan tampilan konsistensi dan integritas yang sangat   tinggi.       Sungguh suatu referensi penting yang mampu memberi   inspirasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Melihat         20 tahun ke depan, mungkin baik jika sedikit dicermati apa yang   terjadi 20       tahun yang lalu. Pertanyaan pertama yang muncul adalah   mengapa perjuangan       itu belum menunjukkan hasil seperti yang   diharapkan? Jawabannya bisa       beragam. Mungkin karena "lawan" yang   dihadapi memang sangat       "besar dan kuat" sehingga sulit untuk   ditaklukkan, bahkan hanya       untuk mempengaruhinyapun sangat sulit   walaupun kita sudah berada di       "dalam". Atau mungkin cara yang   selama ini dilakukan yang       sebenarnya kurang tepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam         ilmu perang, menyesali mengapa lawan begitu kuat tidak ada   gunanya, yang       lebih penting adalah bagaimana menyusun strategi   untuk dapat mengatasi       lawan yang kuat tersebut. Apakah strategi   yang ditawarkan 20 tahun yang       lalu masih tepat dan relevan?   Ataukah ada tawaran strategi yang berbeda       yang bisa diajukan untuk   mewujudkan idealisme yang tetap konsisten.       Mungkin pertanyaan  itu  sebenarnya adalah pertanyaan yang diajukan Prof.       Mubyarto  sendiri  kepada mereka yang bersedia menerima mandat untuk        melanjutkan  perjuangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-8519930652208181242?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/8519930652208181242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/kecenderungan-proses-pembaruan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8519930652208181242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8519930652208181242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/kecenderungan-proses-pembaruan.html' title='Kecenderungan Proses Pembaruan Pembangunan Ekonomi di Indonesia'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xh64bE61iao/TxHkLVlueZI/AAAAAAAAAI8/Cu0rLoV4eec/s72-c/Caf-logo-2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-3148578787127175212</id><published>2012-01-16T22:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T22:06:01.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Multiply'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Multiply telah berevolusi menjadi situs tujuan belanja</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jnibYjDJi0o/TvdG7o9oFcI/AAAAAAAAAGU/NpxqOY1BTCI/s1600/Courtesy-of-Multiply.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://3.bp.blogspot.com/-jnibYjDJi0o/TvdG7o9oFcI/AAAAAAAAAGU/NpxqOY1BTCI/s200/Courtesy-of-Multiply.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berawal   sebagai situs untuk berbagi foto, video, tulisan dan masih banyak  lagi,  Multiply telah berevolusi menjadi situs tujuan belanja yang  dinamis  yang menghubungkan para penjual dengan pembelanja yang tertarik  atas  beragam barang dan layanan, mulai dari pakaian dan perhiasan  hingga  barang elektronik dan perangkat rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jutaan pembelanja di Filipina,   Indonesia, Malaysia, Singapur, Thailand dan Vietnam telah menjadikan   Multiply tujuan belanja favorit. Dengan puluhan ribu penjual online   dengan ratusan ribu barang unik dan menarik, belanja di Multiply   layaknya mengunjungi pusat perbelanjaan dengan teman dan keluarga, namun   lebih mudah dan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kesuksesan Multiply dibangun   atas inovasi dan teknologi kreatif. Penjual dapat mendayagunakan foto   resolusi tinggi yang semakin menjadikan produk jualan mereka lebih   representatif. Menawarkan penyimpanan file tanpa batas and alat sunting   online, Multiply tetap menjaga privasi penggunanya, alhasil pengguna   hanya berbagi informasi yang mereka inginkan dengan orang yang mereka   inginkan. Dilengkapi dengan teknologi terdepan, namun tetap mudah   digunakan, Multiply memfasilitasi penggunanya untuk membangun pasar   online terbesar di kawasan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Multiply Inc. didirikan pada   tahun 2004 oleh Peter Pezaris, Michael Gersh dan David Hersh. Dengan   kantor pusat di Boca Raton, Florida, Amerika Serikat, Multiply adalah   jaringan sosial terbesar kedua di Asia Tenggara, dengan jutaan pengguna   di AS, Brazil, India dan banyak lagi. Multiply awalnya menjalankan   fungsi utama sebagai jaringan sosial dimana penggunanya berbagi foto,   blog, video dan tautan. Dengan berkembangnya waktu, Multiply pun mulai   menjalankan fungsi e-commerce. Pada 20 September 2010, sebagian besar   saham Multiply.com diakuisisi oleh Naspers Limited (NPSN-JSE), sebuah   perusahaan pakar e-commerce di Eropa, Asia, Amerika Latin dan Afrika.   Saat ini, Multiply memiliki lebih dari 125.000 penjual dan 20 juta   pengunjung unik tiap bulannya. Dengan transformasi Multiply dari   jaringan sosial menjadi platform e-commerce, dibukalah dua kantor   perwakilan dimana jumlah penggunanya, terutama yang menggunakan Multiply   sebagai tempat berjualan, yaitu Indonesia dan Filipina. Multiply   sekarang telah menjadi tujuan belanja yang mengedepankan keamanan,   kenyamanan dan kemudahan dalam bertransaksi. Multiply Marketplace (juga   disebut sebagai Pasar Multiply) adalah salah satu pasar online terbesar   di dunia yang menghubungkan penjual dengan pembeli yang tertarik  dengan  beragam produk dan layanan, mulai dari pakaian dan perhiasan,  hingga  elektronik, sepeda dan perlengkapan rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Multiply Commerce&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanggal 10 Mei 2011, Multiply   Commerce™ secara resmi dirilis. Multiply Commerce™ adalah platform   terbaru di Multiply yang menampilkan fitur-fitur baru untuk mendukung   kegiatan e-commerce di Multiply, menjadikannya lebih mudah, aman dan   nyaman bagi para penjual dan pembeli untuk berinteraksi tanpa   menanggalkan rasa akrab yang sudah terbangun selama ini. Multiply   Commerce™ hadir dengan fitur yang membuat proses berjualan menjadi   semakin rapi dan terintegrasi dengan baik dimana semua fitur ini bisa   dinikmati siapapun yang membuka toko di Multiply. Setiap toko di   Multiply dapat dikustomisasi sedemikian rupa agar sesuai dengan   identitas brand yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Fitur Multiply Commerce:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Halaman utama Multiply Commerce   ini menunjukkan pilihan barang yang ditawarkan oleh penjual yang   berbisnis di Multiply. Barang yang dijual dimasukkan dalam kategori yang   akan mempermudah pembeli untuk mencari barang yang mereka inginkan. Di   halaman utama ini, pembeli dapat juga dengan mudah melihat Penjual   Pilihan, Produk Pilihan dan Produk Terlaris yang Ada di Multiply. Setiap   barang yang ada di Multiply dibagi berdasarkan kategorinya. Saat ini,   Multiply memiliki 17 kategori produk, antara lain: fashion dan   aksesoris, sepatu, kecantikan dan kesehatan, perhiasan dan jam tangan,   parfum dan wewangian; anak-anak; bayi dan balita; elektronik dan   handphone; komputer; film, musik, game dan buku; rumah dan taman;   koleksi dan seni; olahraga dan alam terbuka; layanan profesional; suku   cadang mobil dan aksesori ; dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Shopping Cart (Keranjang Belanja)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembeli dapat berbelanja   sebanyak mungkin dari toko mana pun yang produknya telah di-listing di   Marketplace, dan melakukan proses check out dan pembayaran sekali saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Stock Room (Gudang)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di ruang kendali ini,   penjual dapat memonitor inventarisasi barang (berapa barang yang   terjual, belum terjual – barang mana yang paling laku dan perlu   dipromosikan), berapa pesanan yang sudah dibayar, siapa saja yang   memesan, berapa jumlah pengunjung selama seminggu (ada tabel yang   menunjukkan kenaikan ataupun penurunan pengunjung), pengaturan   pengiriman ke sang pembeli, dan masih banyak lagi. Berhubung semua   informasi tersebut ditabulasi dalam satu ruang kendali, penjual akan   dengan mudah mengawasi semua kegiatan yang berlangsung. Di Stock Room   juga penjual dapat memasukkan listing produk yang kemudian akan   dimunculkan di Marketplace.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Payment Gateway&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semua pembayaran dapat dilakukan   via Multiply. Metode pembayaran yang diterima adalah: Internet Banking   (KlikBCA), ATM (BCA, Mandiri), Transfer Rekening Bank dan PayPal.   Pembayaran melalui Internet Banking Mandiri dan berbagai Kartu Kredit   juga akan menyusul dalam waktu dekat. Hanya dengan satu klik, pembeli   dapat melakukan pembayaran, saat itu juga. Penjual tidak perlu repot   memonitor transfer dana secara manual, ataupun tatap muka untuk   melakukan pembayaran. Multiply lah yang akan mendistribusikan hasil   penjualan kepada para penjual. Bagi pemilik toko yang menjual barang   pre-order ataupun produk yang dapat dikustomisasi, Multiply juga   menawarkan pilihan “Invoice Model” yang memberikan keleluasaan untuk   melakukan kustomisasi pesanan. Untuk model Invoice (tagihan), penjual   akan mengirimkan tagihan akhir kepada pembeli atas pemesanannnya setelah   proses kustomisasi dan negosiasi selesai dilakukan secara online.   Setiap transaksi yang terjadi menggunakan metode pembayaran Multiply   dikenai biaya 3.9% dari total transaksi. (Note: ketentuan ini   ditangguhkan berkat program “Bebas Biaya Transaksi” yang berlaku hingga   31 Januari 2012)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Buyer Protection (Perlindungan Pembeli)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila pembeli melakukan pembelian   dari penjual yang masuk kategori terpercaya (Trusted Seller). Bilamana   penjual yang bersangkutan tidak dapat memenuhi pesanan dalam jangka   waktu yang seharusnya, maka Multiply pun akan memberikan perlindungan   ekstra kepada pembeli yang tidak terpuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan dilengkapinya Multiply   dengan fungsi e-commerce, maka Multiply telah mulai berevolusi menjadi   solusi Social Commerce terbesar di Indonesia. Social Commerce ini adalah   e-commerce platform yang memiliki fungsi-fungsi interaksi sosial,   sehingga terciptalah e-commerce yang sangat Indonesia, dimana semua   orang dapat melakukan kegiatan jualan dan belanja seperti di kehidupan   sehari-hari: belanja sambil berinteraksi dan bersosialisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secara periodik, Multiply   senantiasa memperbaharui ataupun menambahkan fitur kelengkapannya untuk   semakin menjadikan situs tersebut terus menarik untuk dipergunakan. Per   26 Agustus 2011, Multiply memperkenalkan program “Bebas Biaya   Transaksi”, yanga artinya transaksi yang terjadi menggunakan payment   gateway Multiply tidak akan dikenakan potongan biaya 3.9% hingga 31   Januari 2012. Per 4 November 2011, Multiply juga menambah fitur “Kode   Diskon”, yang memungkinkan penjual untuk menawarkan potongan harga   menarik. Per 10 November 2011, dilansir program “Gratis Ongkos Kirim”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Multiply Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PT Multiply Indonesia didirikan   pada 15 Desember 2010. Berkantor di Jakarta, kantor Multiply di   Indonesia adalah kantor Multiply yang terbesar. Multiply.com adalah   pasar online terbesar di Indonesia. Multiply di Indonesia memiliki   52.000 penjual (dengan 2.000 penjual baru tiap bulannya), 2,3 juta akun   terdaftar dan 7 juta kunjungan unik tiap bulannya. Sejak didirikan, PT   Multiply Indonesia bertujuan untuk menjalin kerjasama bisnis yang   strategis dan komprehensif untuk mengedukasi pasar Indonesia berkaitan   dengan kegiatan e-commerce sembari memperkuat jaringan komunitas UKM di   Indonesia. PT Multiply Indonesia dipimpin oleh Country Manager Daniel   Tumiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-3148578787127175212?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/3148578787127175212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/multiply-telah-berevolusi-menjadi-situs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/3148578787127175212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/3148578787127175212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/multiply-telah-berevolusi-menjadi-situs.html' title='Multiply telah berevolusi menjadi situs tujuan belanja'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jnibYjDJi0o/TvdG7o9oFcI/AAAAAAAAAGU/NpxqOY1BTCI/s72-c/Courtesy-of-Multiply.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-672411919338777397</id><published>2012-01-16T22:04:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T22:04:18.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MySpace'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>MySpace merupakan sebuah situs jejaring sosial.</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2L8ZKUrrkKQ/Tvc-O4jQz_I/AAAAAAAAAFM/3JnDvGUcr64/s1600/images.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-2L8ZKUrrkKQ/Tvc-O4jQz_I/AAAAAAAAAFM/3JnDvGUcr64/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;MySpace   merupakan sebuah situs jejaring sosial. Kantor pusatnya bertempat di   Beverly Hills, California, dan berada dalam satu gedung perkantoran   dengan pemilik langsung perusahaan tersebut, News Digital Media,   kepunyaan News Corporation. MySpace menjadi situs jaringan sosial paling   populer di Amerika Serikat pada bulan Juni 2006. Berdasarkan comScore,   MySpace telah disusul oleh kompetitor internasional utamanya yaitu   Facebook pada bulan April 2008. MySpace mempekerjakan 1000 karyawan pada   bulan Juni 2009. Perusahaan tidak mengungkapkan pendapatan atau   keuntungan secara terpisah dari News Corporation.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Moods&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Moods  adalah emosikon kecil yang  digunakan untuk menggambarkan suasana hati  pengguna MySpace. Fitur ini  telah ditambahkan pada MySpace bulan Juli  2007. Pada tahun 2010, fitur  moods ini tidak disertakan secara default  dalam update status, tapi bisa  digunakan di homepage sebagai update  yang terpisah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Blurbs, blog, multimedia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Profil  dalam MySpace berisi dua  standar "blurbs", yaitu bagian "About Me" dan  "Who I'd Like to Meet”.  Profil juga memuat bagian "Interests" dan  "Details". Pada bagian  "Details", status dan daftar zodiak selalu  ditampilkan kecuali jika  anggota tidak mengisinya. Profil juga berisi  blog dengan aspek standar  untuk isi, emosi, dan media. MySpace juga  dapat mengunggah gambar. Salah  satu gambar dapat dipilih untuk menjadi  gambar default, yaitu gambar  yang akan terlihat pada halaman utama  profil, halaman pencarian, dan  juga sebagai gambar yang akan muncul di  samping nama pengguna pada  komentar, pesan, dan lain-lain. Tersedia  pula sebuah editor foto oleh  FotoFlexer yang tidak hanya dapat memotong  gambar dan mengantur kontras,  tetapi juga dapat mengubah foto menjadi  kartun atau memasang wajah  pengguna dalam foto bergambar uang $100.  Seperti pada layanan video  MySpace, flash bisa dimuat. Tersedia pula  fitur blogging. Fitur-fitur  ini bisa disimpan di profil dengan  menggunakan pengkostumisasi modul  atau menggunakan kode HTML/CSS. Foto  bisa ditampilkan di MySpace, tidak  dengan link seperti zaman  tahun-tahun sebelumnya. Dan foto-foto dapat  dibuat menjadi bentuk slide  show.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Komentar&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Di  bawah daftar teman  pengguna MySpace terdapat lahan untuk bagian  komentar, dimana  teman-teman pengguna dapat meninggalkan komentar yang  bisa dibaca oleh  siapapun yang membuka profil pengguna tersebut.  Pengguna MySpace  memiliki pilihan untuk menghapus komentar apapun atau  mengharuskan semua  komentar untuk disetujui sebelum posting. Jika akun  pengguna dihapus,  setiap komentar dari pengguna yang ada di profil lain  akan dihapus, dan  diganti dengan komentar yang menyatakan "This  Profile No Longer Exists",  artinya profil tersebut tidak ada lagi.  Pilihan untuk menggunakan HTML  dalam komentar bisa diaktifkan atau  dinonaktifkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Profil kustomisasi (HTML / CSS)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;MySpace  memungkinkan pengguna  untuk menyesuaikan halaman profil pengguna  dengan memasukkan HTML  (tetapi tidak JavaScript) ke bagian-bagian  seperti "About Me", "I'd Like  to Meet", dan "Interests". Video dan  konten berbasis flash bisa  dimasukkan dengan cara ini. Pengguna juga  memiliki pilihan untuk  menambahkan musik ke halaman profil mereka  melalui MySpace Music, sebuah  layanan yang memungkinkan band-band untuk  memasang lagu mereka di  MySpace.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Seorang  pengguna juga dapat mengubah penampilan umum halamannya dengan  memasukkan CSS (dalam elemen )  ke salah satu bidang untuk menimpa gaya  default halaman lembar tersebut  menggunakan editor MySpace. Hal ini  sering digunakan untuk pemilihan  font dan warna. Ada beberapa situs web  independen yang menawarkan fungsi  mendesain tata letak MySpace yang  memungkinkan pengguna untuk memilih  dan meninjau seperti apa halaman  mereka akan terlihat dengan bantuan  desain tersebut. Pada tahun 2008,  MySpace meluncurkan Profile 2.0 baru  sebagai generasi berikutnya dari  profil MySpace. Profile 2.0 memiliki  antarmuka yang bersih serta  kemampuan untuk menyembunyikan atau  menampilkan modul profil, bersama  dengan menyesuaikan posisi modul pada  profil. Susunan tata letak  Profile 2.0 dirilis di internet secara  langsung dalam waktu cepat  karena penggunaan tata letak MySpace klasik  tidak bekerja dengan  Profile 2.0.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Profile  2.0 dikritik karena  tidak mempertimbangkan hak ketika mencoba untuk  menambahkan kustom CSS.  Untuk menambahkan kustom CSS, tema asli akan  dibuang dan membuat banyak  MySpace tweak tidak fungsional dalam tata  letak Profile 2.0. Pada tahun  2010, MySpace meninggalkan tata letak  Profile 1.0 dan menjadikan Profile  2.0 sebagai fitur standar profil.  Keunggulannya adalah antarmuka yang  bersih dan banyaknya tema yang  dikemas dengan customizer, juga dengan  membuat tema kustom menggunakan  berbagai parameter pengeditan profil.  Aplikasi digunakan untuk  dekorasi. Sementara Profile 2.0 adalah standar  tata letak, suatu profil  baru mulai diluncurkan sebagai peningkatan mutu  yang bersifat  opsional. Profil baru ini diluncurkan untuk mengikuti  tren dari  antarmuka profil modern dan memberikan suatu desain yang lebih  dewasa  dan sederhana. Profile 3.0 memungkinkan pengguna menggunakan   kustomisasi yang lebih lebih fleksibel dan membangun tema dengan lebih   sederhana, namun tidak jauh berbeda dari antarmuka Profile 2.0.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Musik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Profil  MySpace untuk musisi pada  bagian situs web MySpace Music berbeda dari  profil normal, profil ini  memungkinkan seniman untuk mengunggah seluruh  diskografi mereka yang  terdiri dari lagu-lagu dengan format MP3. Sang  pengunggah harus memiliki  hak untuk menggunakan lagu-lagu (misalnya  karya mereka sendiri, izin  yang diberikan, dll). Musisi yang tidak  berkontrak dapat menggunakan  MySpace untuk mengirim dan menjual  musiknya dengan menggunakan SNOCAP,  yang telah terbukti populer di  kalangan pengguna MySpace.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Tak  lama setelah MySpace dijual  kepada Rupert Murdoch, pemilik berita Fox  dan 20th Century Fox, pada  2005 mereka meluncurkan label rekaman mereka  sendiri, MySpace Records,  dalam upaya untuk menemukan bakat yang tidak  diketahui saat ini di  MySpace Music. Dari artis yang sudah menjadi  terkenal atau masih mencari  jalan masuk ke industri, seniman dapat  mengunggah lagu mereka ke  MySpace dan memiliki akses ke jutaan orang  setiap hari. Beberapa  penyanyi terkenal seperti Lily Allen dan Sean  Kingston memperoleh  ketenaran melalui MySpace. Ketersediaan musik pada  situs web ini terus  berkembang, sebagian besar didorong oleh bakat  muda. Lebih dari delapan  juta seniman telah ditemukan oleh MySpace dan  banyak lagi yang akan  terus ditemukan setiap harinya. Pada akhir 2007,  MySpace meluncurkan  situs The MySpace Transmission, yang memuat  serangkaian serial mengenai  rekaman langsung di studio oleh seniman  terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;MySpace,  pada tahun 2008, telah  mendesain ulang halaman musik dengan  menambahkan fitur baru untuk semua  musisi. Fitur-fitur baru ini  termasuk kemampuan pengguna untuk membuat  playlist, menyerupai fungsi  Last.fm dan situs musik sosial, bersama  dengan ProjectPlaylist yang  populer di profil. Fitur musik yang baru ini  juga menampung lagu-lagu  dari artis populer, menyerupai layanan dari  iTunes dan Napster. Pada  bulan Maret 2010, mendengarkan lagu penuh dalam  hasil pencarian tidak  lagi dilakukan dan telah digantikan oleh sampel  30 detik. MySpace Music  juga menyarankan lagu-lagu berdasarkan lagu-lagu  yang sedang pengguna  dengarkan atau lagu-lagu yang pengguna telah  cantumkan dalam daftar  putar, menjadikannya sebagai alat pendeteksi  musik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;MySpace  Music juga memperbaharui  fitur playlist dan profil artis, bersama  dengan fitur saran musik yang  lebih baik, menjadikannya salah satu  situs musik yang maju di Web. Situs  web ini memiliki grafik yang mirip  dengan grafik lagu Billboard dan  melacak musik paling populer yang  disukai oleh pengguna MySpace dari  semua genre. Hal ini juga  memungkinkan pengguna untuk melihat musik  populer di negara-negara lain  di dunia, terutama di Eropa dan  negara-negara Asia seperti Cina dan  Rusia. Hal ini menyokong dan  membantu mempromosikan musik internasional  di seluruh dunia, sehingga  globalisasi dunia musik tercipta lebih  mudah dari sebelumnya. Situs web  ini juga memungkinkan pengguna untuk  menemukan lagu-lagu dan album baru,  untuk mendapatkan ujung tombak  musik baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Kritik Sosial dan Budaya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dave  Itzkoff, dalam Playboy  (majalah) Juni 2006, mencoba memaparkan  pengalamannya dengan keanggotaan  beliau di MySpace. Dia mengindikasikan  bahwa duplikasi desain sentral  MySpace dilakukan untuk menyatukan  orang-orang. Salah satu di antara  beberapa kritiknya berkaitan dengan  jarak yang dapat dijangkau internet  memberikan keberanian bagi  pengguna, contohnya bagi pengguna wanita yang  menampilkan foto dirinya  dengan pakaian minim pada halaman profilnya  atau bersikap dan  berperilaku tidak seperti yang akan mereka lakukan  dalam kehidupan  nyata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Itzkoff  juga berpendapat tentang  sifat adiktif, bahwa situs ini memakan waktu  penggunanya. MySpace  memberikan akses banyak orang kepada kehidupan  anggota, tanpa memberikan  waktu yang dibutuhkan untuk mengelola  hubungan tersebut dan bahwa  relasi tersebut tidak memiliki kedalaman  hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Itzkoff  mengkritisi permohonan  komersial dengan cara yang lebih halus di  situs, seperti spanduk web dan  link ke profil dan video klip yang  berubah menjadi, misalnya, iklan  untuk keluaran baru 20th Century Fox  film. Ia juga mengamati bahwa  bagian musik yang sangat didukung dan  diapresiasi oleh MySpace lebih  berat kepada keinginan label perusahaan  rekaman, bukan musisi terobosan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  kritik yang sehubungan  dari seorang yang disebut 'Judas' oleh Itzkoff,  dia mengilustrasikan  bahwa saat tujuan “untuk menghubungkan dan  menyatukan orang-orang yang  mungkin tidak bergaul dengan satu sama lain  dalam kehidupan nyata”  mungkin tampak mulia, MySpace melanggar kontrak  sosial, sehingga ia  menilai bahwa MySpace tidak lebih dari situs iseng  belaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-672411919338777397?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/672411919338777397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/myspace-merupakan-sebuah-situs-jejaring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/672411919338777397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/672411919338777397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/myspace-merupakan-sebuah-situs-jejaring.html' title='MySpace merupakan sebuah situs jejaring sosial.'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2L8ZKUrrkKQ/Tvc-O4jQz_I/AAAAAAAAAFM/3JnDvGUcr64/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-7271727437483160061</id><published>2012-01-16T22:01:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T22:01:50.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Twitter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc.</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IEi7vvXz6k4/TvdD4UOFKrI/AAAAAAAAAF8/95uoH8na8VE/s1600/images.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/-IEi7vvXz6k4/TvdD4UOFKrI/AAAAAAAAAF8/95uoH8na8VE/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Twitter   adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter   Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga   memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut   kicauan(tweets).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang   ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara   luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar   teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain   yang dikenal dengan sebutan pengikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua pengguna dapat mengirim   dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang   kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang   tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno,   California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat.   Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan   Boston, Massachusetts.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak dibentuk pada tahun 2006   oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia   dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini   kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari internet"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-7271727437483160061?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/7271727437483160061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/twitter-adalah-sebuah-situs-web-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/7271727437483160061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/7271727437483160061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/twitter-adalah-sebuah-situs-web-yang.html' title='Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc.'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IEi7vvXz6k4/TvdD4UOFKrI/AAAAAAAAAF8/95uoH8na8VE/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-1510005261078740550</id><published>2012-01-16T21:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:58:55.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Google Plus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yahoo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Facebook adalah situs jaringan sosial terdepan</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MXy49NKmxk4/TxUN2RW4-uI/AAAAAAAAAFI/6RKQ4b9eVYs/s1600/facebook1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://3.bp.blogspot.com/-MXy49NKmxk4/TxUN2RW4-uI/AAAAAAAAAFI/6RKQ4b9eVYs/s200/facebook1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut comScore, Facebook adalah   situs jaringan sosial terdepan berdasarkan jumlah pengunjung bulanan dan   mengalahkan pesaing utamanya, MySpace pada April 2008. ComScore   melaporkan bahwa Facebook menarik 130 juta pengunjung pada Mei 2010,   sebuah peningkatan sebesar 8,6 juta orang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Alexa, peringkat   Facebook di antara seluruh situs web menurut lalu lintas dunia naik dari   60 ke 7 mulai September 2006 hingga September 2007, dan saat ini   peringkat ke-2 tertinggi di dunia. Quantcast dan Compete.com menempatkan   Facebook pada peringkat ke-2 menurut lalu lintas di AS. Situs web ini   adalah yang paling populer untuk mengunggah foto, dengan total 50  milyar  unggahan foto. Tahun 2010, Sophos "Security Threat Report 2010"   melakukan pemungutan suara dari 500 firma, 60% di antaranya mengatakan   bahwa mereka percaya Facebook adalah jaringan sosial yang memiliki   ancaman keamanan terbesar dibandingkan MySpace, Twitter, dan LinkedIn.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Facebook adalah salah satu situs   jaringan sosial paling populer di sejumlah negara penutur bahasa   Inggris, termasuk Kanada,[108] Britania Raya,[109] dan Amerika   Serikat.Pada pasar Internet regional, penetrasi Facebook tertinggi ada   di Amerika Utara (69%), diikuti Timur Tengah-Afrika (67%), Amerika Latin   (58%), Eropa (57%), dan Asia-Pasifik (17%).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs ini telah memenangkan   berbagai penghargaan seperti "Top 100 Classic Websites" oleh PC Magazine   tahun 2007,dan "People's Voice Award" dari Webby Awards tahun   2008.Dalam studi tahun 2006 yang dilakukan Student Monitor, sebuah   perusahaan riset pasar mahasiswa perguruna tinggi yang berbasis di New   Jersey, Facebook disebut sebagai hal yang paling populer kedua di antara   para sarjana, sejajar dengan bir dan kurang populer dibandingkan iPod   yang menempati peringkat pertama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Maret 2010, Hakim Richard   Seeborg mengeluarkan perintah menyetujui penyelesaian kelompok dalam   kasus Lane v. Facebook, Inc., tuntutan hukum kelompok yang muncul karena   program Facebook Beacon.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2010, Facebook memenangkan   "Best Overall Startup or Product" dari Crunchie untuk ketiga kalinya   secara berturut-turut dan diakui sebagai salah satu "Perusahaan Silicon   Valley Terbaik" oleh Lead411. Tetapi, menurut survei bulan Juli 2010   oleh American Customer Satisfaction Index, Facebook mendapatkan skor 64   dari 100 dan menempatkannya di bawah dari seluruh perusahaan swasta   menurut kepuasan pelanggan, bersama industri-industri seperti sistem   berkas elektronik IRS, maskapai penerbangan dan perusahaan kabel. Alasan   Facebook mendapat skor rendah yaitu masalah privasi, sering berubahnya   antarmuka situs, hasil yang diberikan News Feed, dan spam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Desember 2008, Mahkamah   Agung Teritori Ibu Kota Australia mengeluarkan aturan bahwa Facebook   merupakan protokol yang sah untuk melayani pemberitahuan pengadilan   kepada terdakwa. Ini merupakan pengadilan hukum pertama di dunia yang   menetapkan bahwa panggilan pengadilan yang dikirimkan melalui Facebook   adalah ikatan hukum.Bulan Maret 2008, hakim pembantu Pengadilan Tinggi   Selandia Bru, David Glendall mengizinkan pelayanan berkas hukum Craig   Axe oleh perusahaan Axe Market Garden dilakukan melalui Facebook.   Perusahaan (seperti Virgin Atlantic Airways) juga menggunakan Facebook   dengan maksud agar tetap terhubung dengan karyawan mereka dan pernah   memecat karyawan karena kiriman mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada 2005, pemakaian Facebook   sudah sangat meluas sehingga kata kerja "facebooking" mulai digunakan   untuk menjelaskan proses pencarian profil seseorang atau memperbarui   profil diri sendiri.Bulan 2008, Collins English Dictionary mengumumkan   "Facebook" sebagai Kata Tahun Ini.Bulan Desember 2008, New Oxford   American Dictionary mengumumkan kata tahun ini adalah kata kerja   "unfriend" yang didefinisikan sebagai "Menghapus seseorang sebagai   'teman' di sebuah situs jaringan sosial seperti Facebook. Misalnya, 'I   decided to unfriend my roommate on Facebook after we had a fight.'"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada April 2010, menurut The New   York Times, negara yang memiliki pengguna Facebook terbanyak adalah   Amerika Serikat, Britania Raya dan Indonesia.Indonesia telah menjadi   negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak kedua di dunia setelah   Amerika Serikat dengan 24 juta pengguna atau 10% dari total penduduk   Indonesia. Pada awal 2010, Openbook didirikan, sebuah situs web parodi   (dan advokasi pribadi) yang memungkinkan pencarian berbasis teks   terhadap kiriman-kiriman Dinding yang tersedia bagi "Semua orang" di   Internet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis The Wall Street Journal   menemukan pada 2010 bahwa aplikasi Facebook mengirimkan informasi   identifikasi kepada "lusinan perusahaan periklanan dan pelacakan   Internet". Aplikasi tersebut menggunakan referer HTTP yang memaparkan   identitas pengguna dan teman-temannya. Facebook mengatakan, "Kami telah   melakukan tindakan untuk mematikan semua aplikasi yang melanggar   peraturan kami".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-1510005261078740550?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/1510005261078740550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/facebook-adalah-situs-jaringan-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1510005261078740550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1510005261078740550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/facebook-adalah-situs-jaringan-sosial.html' title='Facebook adalah situs jaringan sosial terdepan'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MXy49NKmxk4/TxUN2RW4-uI/AAAAAAAAAFI/6RKQ4b9eVYs/s72-c/facebook1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-6117725421418325825</id><published>2012-01-16T21:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:54:05.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Friendster'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Friendster adalah sebuah situs permainan sosial</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5QiD0_vYKM4/TvdA5egbAvI/AAAAAAAAAFk/Z8LxWsryrJI/s1600/friendster2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://3.bp.blogspot.com/-5QiD0_vYKM4/TvdA5egbAvI/AAAAAAAAAFk/Z8LxWsryrJI/s200/friendster2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Friendster   adalah sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan   musik yang berpusat di Mountain View, California. Friendster sebelumnya   dikenal sebagai situs jejaring sosial[4][5] Sebelum dirancang ulang,   layanan ini memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan anggota lain,   serta berbagi konten dan media daring dengan anggota tersebut.Situs web   ini dulunya digunakan untuk berkencan dan mencari tahu tentang acara   baru, band, dan hobi. Pengguna dapat berbagi video, foto, pesan dan   komentar dengan anggota lain melalui profil dan jaringan   mereka.Friendster dianggap sebagai salah satu jejaring sosial asli dan   bahkan "kakek"-nya semua jejaring sosial.Layanan ini sangat populer di   kawasan Asia Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Mei 2011, perusahaan ini   mengalihkan diri menjadi situs permainan sosial dan menghapus semua akun   jejaring sosial penggunanya. Namun akun Friendster tidak akan dihapus   dan pengguna masih bisa masuk log menggunakan surel dan sandi lama   mereka. Mereka juga menyatakan bahwa daftar kontak (atau daftar teman)   akan dipertahankan bersama informasi dasar pengguna. Situs baru ini akan   terfokus pada "hiburan dan kesenangan", dan tidak bertujuan untuk   bersaing dengan Facebook, namun justru melengkapinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Friendster memiliki lebih dari   8,2 juta pengguna terdaftar dan lebih ddari 1 juta pengunjung unik   setiap bulannya; namun sejak situs ini menghapus semua konten dan   menjadi situs permainan, jumlah ini turun menjadi 1,2 juta pengguna   terdaftar saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari 90% lalu lintas   Friendster berasal dari Asia. Di Asia, pada 2008, Friendster memiliki   pengunjung unik bulanan lebih banyak daripada jejaring sosial lain.10   negara teratas yang sering mengakses Friendster menurut Alexa pada 7 Mei   2009 adalah Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Pakistan, Uni   Emirat Arab, Sudan, Korea Selatan, Bangladesh, dan India.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kiprah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs ini merupakan situs   jejaring sosial pertama di internet yang memiliki basis awal di   negara-negara berbahasa Inggris, lalu menyebar hingga ke Asia. Posisinya   di Amerika Serikat dan tidak lama kemudian digantikan dengan MySpace   dan kemudian Facebook dan LinkedIn, namun situs ini masih memiliki basis   massa di Asia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Profil palsu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, seiring semakin   populernya layanan ini muncul juga berbagai akun yang disebut fakester.   Akun-akun ini adalah account yang dibuat bukan dengan identitas diri   sendiri, seperti selebriti dan tokoh politik seperti Presiden RI ke-2,   Soeharto, yang di Friendster terdapat beberapa account dengan nama   beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan terdapat 16 akun Susilo   Bambang Yudhoyono. Menurut Andi Mallarangeng, pihak Istana Kepresidenan   telah melacak pihak pembuat akun Friendster tersebut, bahkan langsung   menyurati pengelola situs web Friendster maupun penyedia jasa Internet   di Yahoo, agar sesegera mungkin menghentikan pengguna yang mengaku   sebagai Presiden Yudhoyono.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-6117725421418325825?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/6117725421418325825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/friendster-adalah-sebuah-situs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/6117725421418325825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/6117725421418325825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/friendster-adalah-sebuah-situs.html' title='Friendster adalah sebuah situs permainan sosial'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5QiD0_vYKM4/TvdA5egbAvI/AAAAAAAAAFk/Z8LxWsryrJI/s72-c/friendster2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-1832223205334595943</id><published>2012-01-16T21:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:52:30.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Google Plus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Google+ atau Google Plus adalah jejaring sosial</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hUbLnY1kKN4/TvdB9nYVjaI/AAAAAAAAAFw/-nE6KbiewIU/s1600/google-plus-icon-dribbble.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-hUbLnY1kKN4/TvdB9nYVjaI/AAAAAAAAAFw/-nE6KbiewIU/s200/google-plus-icon-dribbble.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Google+   atau Google Plus adalah jejaring sosial yang dioperasikan oleh Google   Inc. Google+ diluncurkan pada 28 Juni 2011 dengan sistem undangan untuk   diuji coba.Di hari tersebut, pengguna Google+ diijinkan untuk  mengundang  teman di atas 18 tahun, untuk membuat akun. Namun, ini  segera  dihentikan sehari kemudian setelah pembuatan akun semakin  membeludak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Google+ mengintegrasikan layanan   sosial seperti Google Profile dan Google Buzz, dan memperkenalkan   layanan baru seperti Circles, Hangouts, Sparks, and Huddles.Google+ juga   akan tersedia dengan berbagai aplikasi desktop dan aplikasi ponsel,   tetapi hanya pada Android dan sistem operasi iOS. Media massa seperti   The New York Times telah menyatakan bahwa Google+ adalah upaya terbesar   Google untuk menyaingi jaringan sosial Facebook,yang telah mempunyai   lebih dari 750 juta pengguna pada tahun 2011&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bergabung dengan layanan ini   memerlukan pengungkapan nama asli dan jenis kelamin ke publik.Pengguna   memiliki pilihan untuk memilih "Male," "Female," dan "Other."   Persyaratan ini dikritik oleh weblog SlashGear karena menyebabkan   kurangnya privasi dan, bersama dengan Facebook dan jaringan sosial,   untuk memaksa pengguna untuk memilih di antara kategori terbatas yang   menggambarkan prasangka deskriptor jenis kelamin. Paparan jenis kelamin   wajib terhadap publik menyebabkan kritik untuk membuat profil publik   Google yang lebih tua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Google telah menangguhkan akun karena pengguna tidak menggunakan nama asli mereka&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-1832223205334595943?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/1832223205334595943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/google-atau-google-plus-adalah-jejaring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1832223205334595943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/1832223205334595943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/google-atau-google-plus-adalah-jejaring.html' title='Google+ atau Google Plus adalah jejaring sosial'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hUbLnY1kKN4/TvdB9nYVjaI/AAAAAAAAAFw/-nE6KbiewIU/s72-c/google-plus-icon-dribbble.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-8759280561662121261</id><published>2012-01-16T21:50:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:50:31.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial Media'/><title type='text'>Media sosial adalah sebuah media online</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ahE5EehDQsc/Tva4pbC3xLI/AAAAAAAAAE0/7oP9XCIjYxA/s1600/images.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/-ahE5EehDQsc/Tva4pbC3xLI/AAAAAAAAAE0/7oP9XCIjYxA/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media   sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan   mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,   jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial   dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh   masyarakat di seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andreas Kaplan dan Michael   Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi   berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi   Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated   content".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara jejaring sosial   merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi,   kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan   berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace,   Plurk, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan   media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial   mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi   kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi   informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat teknologi internet dan   mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat.   Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan   dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone.   Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan   terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di   negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media   sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional   dalam menyebarkan berita-berita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesatnya perkembangan media   sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri.   Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau   koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka   lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses   menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya   lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan   sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa   mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis,   dan berbagai model content lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Antony Mayfield dari   iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia   biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk   menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa   menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas.   Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri.   Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik,   menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media   sosial berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi   diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika dalam kehidupan sehari-hari   kita tidak bisa menyampaikan pendapat secara terbuka karena satu dan   lain hal, maka tidak jika kita menggunakan media sosial. Kita bisa   menulis apa saja yang kita mau atau kita bebas mengomentari apapun yang   ditulis atau disajikan orang lain. Ini berarti komunikasi terjalin dua   arah. Komunikasi ini kemudian menciptakan komunitas dengan cepat karena   ada ketertarikan yang sama akan suatu hal.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-8759280561662121261?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/8759280561662121261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/media-sosial-adalah-sebuah-media-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8759280561662121261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8759280561662121261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/media-sosial-adalah-sebuah-media-online.html' title='Media sosial adalah sebuah media online'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ahE5EehDQsc/Tva4pbC3xLI/AAAAAAAAAE0/7oP9XCIjYxA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-2511285432453030300</id><published>2012-01-16T21:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:47:18.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instrumen Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Properti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Middle Risk Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Investasi'/><title type='text'>Pengertian Middle Risk Investment,investasi yang mempunyai beban lebih tinggi</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Investasi pada jenis middle risk    investment&amp;nbsp; merupakan investasi yang mempunyai beban lebih tinggi atau    resiko jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi dibank atau    deposito.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;namun, Demikia investasi jenis    ini merupakan investasi yang memberi keuntungan jauh lebih besar    dibanding investasi pada area low risk investment, beberapa contoh    investasi jenis middle risk investment, yaitu ORI ( obligasi RI ), Sukri    ( sukuk ritel ),properti,emas dan sejenisnya. dari beberapa hasil ang    didapat oleh investor, investasi jenis middle risk invesment&amp;nbsp;   memberikan  hasil yang cukup lumayan besar dibanding dengan deposito   atau tabungan  yang termasuk jenis investasi low risk investment,   Misalnya ORI untuk  saat ini mendapatkan hasil sekitar 8,9% pertahun   dalam jangka 3  tahun.hasil tersebut tentu cukup besar. walaupun jika   investor menjual  sebelum jatuh tempo dan bunga bank yang naik, mau   tidak mau ORI akan  kena dampak yang cukup membuat dada nasabah berdegup   khawatir. namun,  resiko ini tentu saja sebanding dengan   keuntungan/hasil yang didapat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mirip dengan properti yang mampu    memperoleh keuntungan hingga 30% pertahun, Emas lebih dahsyat lagi,    pada dua belas tahun terakhir, Investasi Emas memberikan keuntungan    lebih dari 45% per tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup menggiurkan bukan! Investasi di area middle risk investment.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-2511285432453030300?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/2511285432453030300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/pengertian-middle-risk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2511285432453030300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2511285432453030300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/pengertian-middle-risk.html' title='Pengertian Middle Risk Investment,investasi yang mempunyai beban lebih tinggi'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-332090166154104603</id><published>2012-01-16T21:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T21:46:06.019-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instrumen Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='High Risk Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trading Saham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trading Forex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Raksadana'/><title type='text'>Pengertian High Risk Investment, Investasi yang sangat berisiko</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah tidak anda mendengar ada orang kaya mendadak? dan miskin    mendadak? Nah, investasi jenis high risk investment bisa membuat orang    mendapat uang dalam jumlah banyak dalam waktu sekejap, bahkan menjadi    orang kayak mendadak. sebaliknya bisa juga&amp;nbsp; membuat seseoram&amp;nbsp; menjadi    orang miskin mendadak karena kesalahan dalam mengambil posisi    investasi.Kenapa bisa seperti itu? karena investasi jenis highrisk    investment pertumbuhannya sulit di prediksi. Kadang pertumbuhan    investasi bisa mencapai 50% bahkan lebih besar.diposisi inilah seseorang    akan kaya mendadak ketika dia mengambil langkah&amp;nbsp; atau posisi Buy/sell    yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Investasi jenis ini akan menjadi neraka ketika investor tidak    meneliti atau memprediksi dengan tepat pisisi apa yang diambil. Oleh    karena itu seseorang akan sangat mudah kehilangan uangnya, sebaliknya    seseorang akan mudah mendapat keuntungan yang besar jika investasi    diarea high risk investment.beberapa jenis investasi area ini di    antaranya: Saham, Forex, Raksadana, Investasi Online dan sejenisnya &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-332090166154104603?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/332090166154104603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/pengertian-high-risk-investment.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/332090166154104603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/332090166154104603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/pengertian-high-risk-investment.html' title='Pengertian High Risk Investment, Investasi yang sangat berisiko'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-2312989399572798663</id><published>2012-01-16T21:43:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T21:43:54.078-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Low Risk Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instrumen Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Middle Rink Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='High Rink Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengertian Investasi'/><title type='text'>Instrumen Investasi atau produck investasi dari berbagai jenis</title><content type='html'>&lt;div id="artikel"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-zb2Mqw5siEs/TuJWnr_KTmI/AAAAAAAAANk/KbZpezM_qJM/s1600/home_forex_banner.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://4.bp.blogspot.com/-zb2Mqw5siEs/TuJWnr_KTmI/AAAAAAAAANk/KbZpezM_qJM/s200/home_forex_banner.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari    berbagai sistem investasi yang ada,Produk investasi pada saat ini    sangat mudah kita jumpai,Dari mulai investasi yang berbentuk nyata alias    riil ”seperti Investasi properti,peternakan,pertaniaan,emas dsb”,  atau   investasi yang tidak nyata alias maya “ seperti investasi    saham,forex,atau suka disebut investasi online”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai jenis atau    instrumen investasi tentu setiap orang mempunyai alasan yang berbeda    dalam memilih bentuk investasi.Alasan-alasn inilah yang akan sangat    mempengaruhi pemilihan instrumen investasi setiap orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi,sebelum mengambil keputusan    berinvestasi kita harus  menentukan tujuan terlebih dahulu.apa tujuan    kit berinvestasi?apakah butuh waktu yng cepat atau lambat? Atau  memilih   investasi  yang tidak terlalu beresiko ( low risk)? Oleh  karena itu  kita  sebagai seorang investor,kita perlu memahami   instrumen-instrumen   setiap yang ada dalam investasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara garis besar, Instrumen    investasi bisa di kelompokan  menjadi tiga kelompok  berdasarkan tingkat    resiko yang akan di hadapi oleh pra investor,yaitu low risk    investment,middle risk investment,dan high risk investment.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://idnusantara.blogspot.com/2011/12/pengertian-low-risk-investment.html" target="_blank"&gt;Low Risk Investment:&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://idnusantara.blogspot.com/2011/12/pengertian-middle-risk-investment.html" target="_blank"&gt;Middle Rink Investment&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://idnusantara.blogspot.com/2011/12/pengertian-high-risk-investment.html" target="_blank"&gt;High Rink Investment&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian Beberapa  instrumen     investasi yang termasuk ke dalam tiga katagori resiko : low risk    investment, middle rink investment dan high rink investment.    Instrument-instrument investasi tersebut&amp;nbsp; terbagi menjadi dua krateria,    yaitu investasi klasik&amp;nbsp; dan investasi moderen.&lt;br /&gt;Yang termasuk investasi klasik seperti properti, tanah, tabungan dan    sejenisnya.Sedangkan Investasi modern , yaitu seperti deposito,obligasi,    saham, forex,asuransi, tabungan dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi klasik sudah dimanfaatkan orang sejak dulu secara turun-    temurun, sedang investasi modern merupakan jenis investasi yang kita    temukan sekarang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-2312989399572798663?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/2312989399572798663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/instrumen-investasi-atau-produck.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2312989399572798663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2312989399572798663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2012/01/instrumen-investasi-atau-produck.html' title='Instrumen Investasi atau produck investasi dari berbagai jenis'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zb2Mqw5siEs/TuJWnr_KTmI/AAAAAAAAANk/KbZpezM_qJM/s72-c/home_forex_banner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-2385124218252446860</id><published>2011-12-29T12:19:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T12:19:11.068-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jarinagan Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Peran Facebook dan  politik Amerika Serikat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sJ1kVoKp_kE/TvXYptr_R6I/AAAAAAAAAEk/Z8Iahf1i1dQ/s1600/index.jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://4.bp.blogspot.com/-sJ1kVoKp_kE/TvXYptr_R6I/AAAAAAAAAEk/Z8Iahf1i1dQ/s200/index.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Peran   Facebook pada proses politik Amerika Serikat muncul pada Januari 2008   sesaat sebelum Pendahuluan New Hampshire, ketika Facebook bersama ABC   dan Saint Anselm College bekerjasama untuk mengizinkan pengguna memberi   umpan balik langsung mengenai debat antara Partai Repbulik dan Demokrat   tanggal 5 Januari.Charles Gibson menjadi moderator debat yang diadakan   di Dana Center for the Humanities di Saint Anselm College. Pengguna   Facebook turut berpartisipasi dalam grup debat yang diatur berdasarkan   topik tertentu, mendaftar untuk memilih, dan mengirim pertanyaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih dari 1.000.000 orang   menginstal aplikasi 'US politics' di Facebook agar dapat berpartisipasi,   dan aplikasi ini mengukur respon pengguna terhadap komentar tertentu   yang dilontarkan oleh kandidat debat.Debat ini menunjukkan kepada   komunitas masyarakat tentang apa yang telah dialami remaja saat ini:   Facebook adalah cara baru yang sangat populer dan kuat untuk   berinteraksi dan menyuarakan pendapat. Artikel yang ditulis Michelle   Sullivan di Uwire.com mengilustrasikan bagaimana "efek facebook" telah   memengaruhi tingkat suara remaja, mendukung kandidat politik muda, dan   keterlibatan umum populasi remaja pada pemilu 2008.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Februari 2008, sebuah grup   Facebook bernama "One Million Voices Against FARC" mengadakan acara  yang  dihadiri ratusan ribu penduduk Kolombia yang memrotes Angkatan   Bersenjata Revolusioner Kolombia, dikenal sebagai FARC (dari   kepanjangannya yang berbahasa Spanyol).[145] Bulan Agustus 2010, salah   satu situs pemerintah resmi Korea Utara, Uriminzokkiri, bergabung dengan   Facebook.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2010, seorang direktur   kesehatan masyarakat Inggris yang memimpin staf untuk meneliti sifilis,   mempertautkan dan menyalahkan kenaikan kasus sipilis di sejumlah  wilayah  Britania kepada Facebook. Laporan penelitian ini dikecam oleh  Facebook  karena "mengabaikan perbedaan antara korelasi dan kausalitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-2385124218252446860?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/2385124218252446860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/peran-facebook-dan-politik-amerika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2385124218252446860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/2385124218252446860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/peran-facebook-dan-politik-amerika.html' title='Peran Facebook dan  politik Amerika Serikat'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sJ1kVoKp_kE/TvXYptr_R6I/AAAAAAAAAEk/Z8Iahf1i1dQ/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-8770863073979978462</id><published>2011-12-29T06:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T06:10:23.858-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rupiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dollar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Dolar Tertekan Oleh Turunnya Harga Komoditi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CRXS7VHSuKs/TvoJ9hQgZ-I/AAAAAAAAABI/kwRTkp3sUPg/s1600/110503bsiluet-dolar.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-CRXS7VHSuKs/TvoJ9hQgZ-I/AAAAAAAAABI/kwRTkp3sUPg/s200/110503bsiluet-dolar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;IdNusantara:&lt;/b&gt;Turunnya  harga komoditi secara umum pada minggu ini memberikan tekanan terhadap  mata uang Dollar Komoditi. Kurs Dollar Aussie pada perdagangan di pasar  spot minggu ini terpantau turun tajam -225 pips atau turun sekitar -  2.21% dari harga pembukaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Dollar Kiwi pada  perdagangan minggu ini bergerak turun -129 pips, atau sekitar -1.67%  dari harga pembukaan. Demikian juga Dollar Kanada terpantau mengalami  penurunan tajam sekitar - 197 pips, atau sekitar - 1.94% dari harga  pembukaan pada perdagangan di pasar spot hari ini. Pergerakan pair  tersebut pada saat menunjukkan adanya pelemahan -199.3 pips dari kisaran  terkuat minggu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analis Vibiz Research dari Vibiz  Consulting mengemukakan bahwa perkembangan tersebut didesak oleh  amblasnya harga komoditi, dimana indeks umum harga komoditi RJ/CRB pada  minggu ini turun tajam - 2.89%. Sementara itu indeks umum komoditi CCI  juga amblas sekitar- 2.90% dan berada dalam posisi terendah dalam 14  bulan terakhir. (http://www.vibiznews.com/ARI)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-8770863073979978462?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/8770863073979978462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/dolar-tertekan-oleh-turunnya-harga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8770863073979978462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/8770863073979978462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/dolar-tertekan-oleh-turunnya-harga.html' title='Dolar Tertekan Oleh Turunnya Harga Komoditi'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CRXS7VHSuKs/TvoJ9hQgZ-I/AAAAAAAAABI/kwRTkp3sUPg/s72-c/110503bsiluet-dolar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-7245538893081661852</id><published>2011-12-29T06:09:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T07:46:05.510-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cashroyalti'/><title type='text'>kebebasan dan merindukan kesuksesan!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EAI63GB3bts/TvTL1qIN9nI/AAAAAAAAABk/vigiOq81dVw/s1600/increase-traffic.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://3.bp.blogspot.com/-EAI63GB3bts/TvTL1qIN9nI/AAAAAAAAABk/vigiOq81dVw/s200/increase-traffic.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Awal     mula perkenalan saya dengan dunia bursa keuangan kira kira lebih  dari  3   tahun yang lalu, ketika saya mulai bekerja di Forex sebagai  seorang    trader juga saya pernah menjadi Investor. Berdasarkan  pengalaman saya    tersebut, maka saya sangat mengetahui betapa  pentingnya untuk    mempercayai broker, juga pelu untuk mengetahui  sebagaimana terbukanya    perusahaan pada Anda, dan juga yang tidak  kalah pentingnya adalah    profesionalisme bagian spesialis disertai  dukungan yang komprehensif    bagi para trader.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Saya     pribadi selalu menginginkan kemerdekaan mutlak dan kebebasan tanpa     batas, baik keuangan maupun pribadi. Semua itu bisa saya dapatkan  berkat    bantuan dari Forex dan transaksi valas dan gold secara  offline. Saya    pun ingin berbagi kesempatan ini dengan orang lain.  Maka dari itu pada    Awal tahun 2011, didirikan perusahaan &lt;/span&gt;&lt;span class="w04c"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;CV MUTIARA AGUNG NUSANTARA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;. Dan membuka website cashroyalti sebagai wadah dan sarana para investor untuk berinvestasi bersama kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Terima     kasih kepada semua orang terutama trader dan mitra kami tercinta  yang    telah berpartisipasi dalam pendirian perusahaan kami dan terus     berpartisipasi dalam perkembangan kami. Segala sesuatu yang telah kami     raih, tidaklah terlepas dari semua jerih payah dan kerjasama dengan     Investor kami, mitra, karyawan. Setiap keinginan Anggota, gagasan dan     juga saran semua membuat kami terus meningkatkan kualitas, membuat     kondisi transaksi terbaik dan pelayanan yang terbaik. Konsolidasi dari     upaya mitra kami dan kerjasama mereka dalam bekerja bersama     .Memungkinkan perusahaan untuk menjadi semakin baik dan juga     memungkinkan kami memberi bagi hasil kepada para investor yang lebih     menguntungkan. Adanya antusiasme dan energi, keterampilan, dan     pengetahuan memungkinkan kita bersatu menjadi sebuah tim untuk Menuju     Hidup Yang lebih Baik.&lt;a href="http://cashroyalti.com/" target="_blank"&gt;Gabung sekarang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-7245538893081661852?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/7245538893081661852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/kebebasan-dan-merindukan-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/7245538893081661852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/7245538893081661852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/kebebasan-dan-merindukan-kesuksesan.html' title='kebebasan dan merindukan kesuksesan!'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EAI63GB3bts/TvTL1qIN9nI/AAAAAAAAABk/vigiOq81dVw/s72-c/increase-traffic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-5134278666115061216</id><published>2011-12-29T06:07:00.001-08:00</published><updated>2011-12-29T06:07:53.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Amanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harta Amanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='System'/><title type='text'>Bergabung dan Sukses bersama amanahsistem</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5QoKMgBYhhw/TvTKnqgs8KI/AAAAAAAAABA/0nK_UV_T8g8/s1600/gsplash3454ER.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://1.bp.blogspot.com/-5QoKMgBYhhw/TvTKnqgs8KI/AAAAAAAAABA/0nK_UV_T8g8/s200/gsplash3454ER.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan   orang sukses dengan yang lain adalah bukanlah sebuah kurangnya    kekuatan, bukan kurangnya pengetahuan, tetapi lebih pada kurangnya    kemauan. Ketika kamu mengetahui apa yang kamu inginkan dan kamu   menginginkan  sesuatu yang tidak terlalu jelek, kamu akan menemukan cara   untuk  mendapatkannya.Hanya di &lt;a href="http://amanahsistem.com/"&gt;amanahsistem.com&lt;/a&gt; tempatnya....salam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Harapan   kami dengan  hadirnya AMANAH SISTEM mampu untuk memberi pencerahan dan   solusi bagi  para pemegang amanah dan anggota pejuang asset  amanah/asset  raja-raja  nusantara, serta membuka pikiran siapapun yang  mungkin sudah  terjun ke  dunia amanah, dinasti dan prasasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Juga kami berharap amanah sistem bisa memberi solusi terbaik bagi masyarakat nusantara, khususnya masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Amanah   Sistem adalah  Program yang dirancang oleh para sesepuh Amanah Dinasti   dan prasasti  yang Sudah berkembang di beberapa negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Perlu   kita sadari ada  atau tidak ada harta amanah tersebut yang pasti  Wacana  tersebut sudah  berkembang,menjadi bahasan dan perjalanan  sebagian  masyarakat  Nusantara,dari mulai pejabat  negara,pengusaha,Kasepuhan dan  para pejuang  asset nusantara yang  peduli atas kesejahtraan Umat  manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Kami   termotivasi  untuk memberikan PENCERAHAN dan SOLUSI bagi Para Pemegang   Amanah dan  anggota Pejuang Asset amanah hususnya,serta membantu  MEMBUKA  PIKIRAN  Siapapun yang mungkin sudah terjun ke dunia  Amanah,Dinasti dan  Prasasti  Juga memberi solusi terbaik kepada  masyarakat  Nusantara,Khususnya  masyarakat Indonesia. Kami akan  melakukan yang  terbaik untuk terus  menawarkan solusi yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-5134278666115061216?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/5134278666115061216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/bergabung-dan-sukses-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/5134278666115061216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/5134278666115061216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/bergabung-dan-sukses-bersama.html' title='Bergabung dan Sukses bersama amanahsistem'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5QoKMgBYhhw/TvTKnqgs8KI/AAAAAAAAABA/0nK_UV_T8g8/s72-c/gsplash3454ER.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2199850698019111594.post-4313601925513204731</id><published>2011-12-29T06:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T06:06:34.043-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media'/><title type='text'>Menata bisnis Online atau investasi online</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-d12loA-JArY/TpZunJeLTxI/AAAAAAAAAOg/grQow2YlXh8/s1600/kunci-sukses.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-d12loA-JArY/TpZunJeLTxI/AAAAAAAAAOg/grQow2YlXh8/s200/kunci-sukses.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Anda        mungkin bertanya-tanya kenapa banyak sekali orang sukses  berbisnis    di    internet,  namun tidak sedikit juga yang gagal. Bila  anda ingin    tahu    kenapa, itu  karena tergantung dari mindset atau  pola pikir    mereka    masing-masing.  Orang sukses berbisnis online  karena dia  sudah      mengawalinya dengan pola  pikir yang baik sebagai   entrepreneur,      sedangkan yang gagal karena mereka  asal-asalan,   tidak yakin atau  bahkan     tidak tahu cara yang benar. Untuk  memulai   dan sukses  berbisnis    online,  ada beberapa hal yang harus     ditanamkan pada  benak Anda,    antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://idwacanaa.blogspot.com/2011/12/menata-bisnis-online-atau-investasi.html" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;1.            Kepercayaan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Anda        harus percaya bahwa bisnis online  yang anda bangun akan sukses.    Ini     penting karena bagaimana anda bisa  sukses kalau anda sendiri    tidak     percaya. Untuk membangun kepercayaan  anda bisa belajar dari     kisah-kisah    sukses para pebisnis online seperti Anne Ahira,  yang     memulai bisnis    online mulai dari nol. Namun berkat  kepercayaannya,     Beliau sukses    membangun kerajaan bisnis online.  Bukan hanya Anne    Ahira,     murid-muridnya pun banyak yang sudah  sukses. Saya kira anda    bisa     mempelajari kisah-kisah sukses  pebisnis online dengan browsing    di    internet atau beli buku di toko  buku, banyak sekali orang di   dunia     termasuk Indonesia yang telah  menjadi netpreneur  dan   entrepreneur     sukses. Dari kisah-kisah ini,  anda bisa meyakini bahwa    Anda bisa     seperti mereka. Kalau mereka  bisa kenapa kita tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;2.            Serius.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Kalau        Anda sudah mempunyai kepercayaan bahwa Anda bisa sukses dan        menghasilkan uang di internet,  berikutnya anda harus serius untuk        mempraktekannya. Bukan hanya wacana  saja. Anda harus serius dalam        belajar, mencari ilmu yang berkaitan  dengan ilmu komputer, internet        marketing dan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis online.  Selanjutnya       anda serius untuk memulainya. Kalau anda bingung cara  memulainya,   anda     bisa kunjungi terus weblog ini atau kursus  disini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;3.            Disiplin.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bila        anda sudah serius, anda juga harus disiplin dalam merencanakan,       memulai  dan menjalani bisnis online. Anda ikuti cara berbisnis  online      yang  baik.  Anda ikuti tahapan-tahapannya. Anda tidak boleh       terburu-buru.  Anda  harus memenejemen waktu, atur waktu online,  kapan      waktu online  untuk  bisnis dan kapan online untuk santai  misalnya      chatting,  mengunjungi  forum dan lain-lain. Saat online  untuk  membangun     bisnis  online, anda harus disiplin, fokus hanya   mengerjakan  kegiatan    pentahapan  bisnis online, tidak browsing   kemana-mana yang  tidak ada    kaitannya  dengan bisnis anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;4.            Bisnis Online Bukan Bisnis Cepat Kaya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Harus        ditanamkan pada otak anda bahwa  bisnis diinternet ini adalah   bukan      bisnis cepat kaya. Saya meragukan  kalau ada yang mengajak    berbisnis     online dengan hanya beberapa minggu  langsung kaya. Ada    prosesnya,     masalah lama atau tidak itu tergantung  seberapa    seriusnya anda. Yang     jelas tidak instan langsung kaya.  Normalnya    sekitar 3 atau 4 bulan,     asal anda serius dan disiplin anda  sudah    bisa menghasilkan uang.  Untuk    besarnya pendapatan anda, tergantung     seberapa gigihnya anda.  Di   Lembaga  Kursus Online Asian Brain  saat    ini ada suatu tantangan  dalam   waktu 120  hari bisa menghasilkan    uang  US$100 perhari.  Murid-murid di   Lembaga  tersebut, dibimbing dan     ditutor secara  bertahap dengan video.   Kalau  anda tertarik anda   bisa   menjadi  muridnya. Namun demikian, ingat   disana  juga   ditekankan  bahwa  bisnis  online bukan bisnis cepat kaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;5.            Tanggung Jawab Untuk SUKSES.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Anda        harus bertanggung jawab akan  kesuksesan anda. Masa depan anda        tergantung anda. Intinya anda harus  gigih, ulet dan pantang  menyerah.       Rata-rata pebisnis online tidak  langsung sesukses  sekarang ini.    Mereka    pernah beberapa kali jatuh. Tapi  mereka  bangkit dengan    memperbaiki    kesalahan-kesalahannya. Ada juga   memang yang berjalan    mulus terus, itu    karena mereka sudah mengerti   cara-caranya. Ada    kata-kata bijak yang    perlu anda tulis bahwa :  “Kalau  Anda Saat Ini    Belum Sukses, Itu  Karena   Anda Belum Banyak  Mengalami  Kegagalan”.    Jadi kalau anda  menemui   kegagalan dalam  berbisnis online,  belajarlah    dari kegagalan,  ambil   makna dan  hikmahnya, jangan malu untuk     bertanya kepada  senior-senior   atau  master-master bisnis online, cari    artikel-artikel  tentang bisnis    online  di internet atau beli buku  di   toko buku, kursus  online atau  anda   bisa  kunjungi terus weblog  ini.   Masa depan Anda  tergantung  Anda   sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2199850698019111594-4313601925513204731?l=newsinvestment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://newsinvestment.blogspot.com/feeds/4313601925513204731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/menata-bisnis-online-atau-investasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/4313601925513204731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2199850698019111594/posts/default/4313601925513204731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://newsinvestment.blogspot.com/2011/12/menata-bisnis-online-atau-investasi.html' title='Menata bisnis Online atau investasi online'/><author><name>IdNusantara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16543654326206245707</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-d12loA-JArY/TpZunJeLTxI/AAAAAAAAAOg/grQow2YlXh8/s72-c/kunci-sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
